Komdigi Buka Ruang Aman untuk Anak Korban Banjir Sumatera
Banjir besar yang menerjang Sumatera tak hanya menyisakan kerusakan fisik. Dampak psikologis, terutama pada anak-anak, menjadi perhatian serius. Nah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun turun tangan. Mereka ikut menggarap sisi pemulihan mental ini dengan mendirikan posko khusus.
Posko Dukungan Psikososial resmi dibuka di Masjid Alhafiz, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang. Tempat ini difungsikan sebagai "safe space" ruang aman bagi anak-anak yang rumahnya masih terendam atau tak layak huni. Di sini, mereka bisa beristirahat, sekaligus bermain untuk memulihkan diri.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, datang meninjau langsung pada Senin lalu. Ia menekankan satu hal: pemulihan mental sama pentingnya dengan bantuan sembako atau tenda pengungsian.
"Posko ini memang fokusnya kepada anak-anak. Karena nanti setelah banjirnya insyaallah reda tapi anak-anak belum bisa beraktifitas di rumah masing-masing, mereka boleh bermain di sini,"
jelas Meutya di lokasi.
Jangan bayangkan posko ini sepi dan hening. Justru sebaliknya. Komdigi sudah menyiapkan serangkaian aktivitas pendampingan. Tujuannya jelas, mengikis rasa trauma yang mungkin mengendap di benak mereka.
"Jadi setiap hari nanti ada kegiatan, mulai dari menggambar, permainan, hingga menonton video edukasi bersama-sama,"
tambahnya.
Meutya tak menampik bahwa proses pemulihan pascabencana itu berat dan panjang. Namun begitu, ia berharap kehadiran ruang ceria ini bisa menjadi penawar sedih. Sekadar pengalihan yang menenangkan.
"Mudah-mudahan ini bisa meredakan trauma, meskipun pasti kesulitannya luar biasa, tapi ini bisa sedikit membantu, khususnya bagi anak-anak kita,"
pungkas Meutya.
Bencana banjir dan longsor yang dipicu Siklon Tropis Senyar ini memang luas jangkauannya. Tiga provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data terakhir menyebutkan korban jiwa mencapai 753 orang, dengan 650 lainnya masih dinyatakan hilang. Sedangkan yang terluka sekitar 2.600 orang. Angka pengungsian pun besar, lebih dari 1,2 juta orang tersebar di 50 kabupaten dan kota. Situasi yang benar-benar mengharu biru.
Artikel Terkait
YouTube Batasi Akses Pengguna di Bawah 16 Tahun di Indonesia Patuhi PP Tunas
Peneliti Temukan Spesies Baru Laba-laba Hantu di Habitat Bambu Jawa
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa
Iran Buka Front Siber, Serangan Psikologis dan Spyware Gantikan Rudal