HORSENS – Mimpi Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Piala Thomas 2026 harus kandas lebih awal. Di laga terakhir Grup D, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB, Tim Merah Putih dibantai Prancis dengan skor telak 1–4. Hasil ini otomatis membuat langkah mereka terhenti di fase grup. Padahal, harapan sempat menggeliat tipis di tengah pertandingan.
Pertandingan ketiga yang berlangsung di Horsens ini benar-benar jadi mimpi buruk. Dari lima partai yang dimainkan, Indonesia cuma bisa merebut satu poin. Satu poin itu pun datang dari sektor ganda putra kedua. Sisanya? Prancis tampil dominan dan hampir tanpa ampun.
Di partai pertama, Jonatan Christie langsung jadi bulan-bulanan. Lawannya, Christo Popov, bermain sangat agresif. Jonatan kalah dua gim langsung 19–21 dan 14–21. Indonesia langsung tertinggal 0–1. Suasana di arena mulai terasa mencekam.
Tekanan makin menjadi saat Alwi Farhan turun di partai kedua. Dia juga gagal menyumbang poin. Alex Lanier, wakil Prancis, terlalu tangguh. Alwi menyerah dengan skor 16–21 dan 19–21. Indonesia makin terpuruk, 0–2.
Namun begitu, secercah harapan sempat muncul di partai ketiga. Anthony Sinisuka Ginting memberikan perlawanan sengit. Di gim pertama, dia menang susah payah 22–20. Sayang, momentum itu hilang begitu saja. Dua gim berikutnya jadi milik Toma Junior Popov. Ginting kalah 15–21 dan 20–22. Lengkap sudah penderitaan Indonesia di nomor tunggal.
Di sektor ganda putra pertama, pasangan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani belum mampu memperkecil ketertinggalan. Mereka kalah dua gim langsung dari Eloi Adam dan Leo Rossi. Skornya identik, 19–21, 19–21. Indonesia makin jauh tertinggal.
Untungnya, ganda putra kedua datang sebagai penyelamat gengsi. Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri tampil solid. Menghadapi duet Christo Popov dan Toma Junior Popov, mereka bermain penuh semangat. Pertarungan tiga gim berakhir dengan kemenangan Fajar/Fikri: 21–18, 19–21, 21–11.
Meski begitu, kemenangan itu cuma memperkecil skor menjadi 1–4. Tak cukup untuk menyelamatkan Indonesia. Prancis tetap mengamankan kemenangan telak di laga penentuan ini. Rasanya pahit, tapi itulah kenyataan.
Dengan hasil ini, Indonesia finis di peringkat ketiga klasemen Grup D. Posisi itu berada di bawah Thailand dan Prancis yang berhasil lolos ke perempat final. Sebuah kegagalan yang cukup mengejutkan, mengingat ekspektasi tinggi yang disematkan pada tim ini.
Performa yang tidak konsisten di fase grup jadi biang kerok utama. Di satu sisi, ada momen-momen brilian. Di sisi lain, banyak celah yang dimanfaatkan lawan. Turnamen beregu paling prestisius ini akhirnya harus ditinggalkan lebih cepat dari yang diharapkan.
Berikut hasil lengkap pertandingan Indonesia vs Prancis di matchday ketiga Grup D:
MS1: Jonatan Christie vs Christo Popov 19–21, 14–21
MS2: Alwi Farhan vs Alex Lanier 16–21, 19–21
MS3: Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov 22–20, 15–21, 20–22
MD1: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam/Leo Rossi 19–21, 19–21
MD2: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov 21–18, 19–21, 21–11
Artikel Terkait
Atletico Madrid vs Arsenal: Ujian Pertahanan Kokoh di Semifinal Liga Champions
Herdman Jalin Komunikasi dengan Persib dan Persija demi Bawa Tiga Pemain Berdarah Indonesia ke Piala AFF 2026
Herdman Jajaki Kerja Sama dengan Persib dan Persija demi Bawa Pemain Eropa ke Timnas untuk Piala AFF 2026
Borneo FC Berpeluang Geser Persib dari Puncak Klasemen Usai Hadapi Persik Kediri