Menyusuri Langit Ketujuh: Kisah Perjalanan Agung Isra Miraj dan Titik Awal Sholat Lima Waktu

- Kamis, 15 Januari 2026 | 06:40 WIB
Menyusuri Langit Ketujuh: Kisah Perjalanan Agung Isra Miraj dan Titik Awal Sholat Lima Waktu

JAKARTA – Bagi umat Islam, peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW adalah momen penting yang penuh hikmah. Perjalanan agung yang terjadi pada 27 Rajab ini, tahun ini jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Kisahnya sendiri diabadikan dalam Al Quran, tepatnya di Surat Al Isra ayat 1 dan Surat An Najm ayat 13-18.

Secara bahasa, Isra Miraj berasal dari dua kata. Isra, dari kata ‘asra-yusri-isra’, punya arti ‘memperjalankan’. Sementara Miraj berarti alat naik atau tangga. Nah, dalam sejarah Islam, istilah ini merujuk pada dua perjalanan luar biasa. Pertama, Isra, yaitu perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem. Kemudian, Miraj adalah perjalanan beliau dari bumi naik ke langit ketujuh, hingga ke Sidratul Muntaha.

Di Sidratul Muntaha inilah Nabi menerima perintah langsung dari Allah SWT: sholat lima waktu. Menyambut hari besar ini, masyarakat Muslim di Indonesia biasanya ramai menggelar pengajian atau acara keagamaan lainnya. Lalu, seperti apa sebenarnya gambaran peristiwa ini dalam kitab suci?

Ayat tentang Isra Miraj dan Artinya

Seperti disinggung tadi, rincian peristiwa Isra tercantum dalam Surat Al Isra ayat 1. Ayat ini menggambarkan perjalanan malam Nabi bersama Malaikat Jibril.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Latin: Subḥaanalladii asraa bi'abdihii lailam minal-masjidil-ḥaraami ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahuu linuriyahuu min aayaatinaa, innahuu huwas samii'ul bashiiir

Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al Isra:1).

Para ulama hadits sepakat bahwa Rasulullah menjalani Isra dalam keadaan terjaga, bukan mimpi. Beliau menunggangi Buraq, makhluk dari surga yang dibawa Jibril. Menariknya, perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa itu tak langsung. Mereka singgah di lima tempat.

Di setiap persinggahan, Nabi melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.

Pertama, di Kota Madinah. Jibril memberitahu bahwa di sinilah kelak Nabi akan berhijrah.

Kedua, di Madyan, tempat Nabi Musa AS dulu bersembunyi dari kejaran Fir’aun.

Persinggahan ketiga adalah Thuur Sina, lokasi Nabi Musa berbicara langsung dengan Allah.


Halaman:

Komentar