Bali Siap Gantikan Singapura sebagai Destinasi Bedah Estetika Kelas Dunia

- Rabu, 14 Januari 2026 | 19:35 WIB
Bali Siap Gantikan Singapura sebagai Destinasi Bedah Estetika Kelas Dunia

Di sisi lain, potensi pariwisata kesehatan di Asia Tenggara memang sedang menjanjikan dan diprediksi terus melejit. Pemerintah punya target jelas: mengalihkan masyarakat Indonesia yang biasa berburu layanan medis ke Singapura, Malaysia, atau negara lain, untuk bisa dilayani di dalam negeri. KEK Sanur diharapkan bisa menjadi salah satu pilihan utama.

Fakta Menarik Seputar The Solitaire

Kawasan The Sanur sendiri dibangun di atas lahan yang cukup luas, mencapai 41 hektare lebih. Konsep integrasi kesehatan dan pariwisata benar-benar diwujudkan di sini. The Solitaire menempati bangunan empat lantai seluas sekitar 10.000 meter persegi. Fasilitasnya lengkap, mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga ruang operasi yang tentunya berstandar tinggi.

Rudy Surjanto, Direktur The Solitaire, menekankan pentingnya menjaga mutu.

“Kolaborasi dengan klinik dan tenaga medis internasional ini intinya untuk menjaga standar. Kami ingin menghadirkan pusat estetika medis kelas dunia di Bali yang mewah, dengan mengkurasi merek-merek global ternama yang reputasi dan keunggulan klinisnya sudah teruji,” jelas Rudy.

Namun begitu, dengan maraknya minat terhadap prosedur estetika, muncul juga kekhawatiran. Sejumlah pengamat menyoroti perlunya pengawasan ketat, transparansi kompetensi dokter, serta edukasi yang memadai bagi calon pasien. Pengembangan layanan di KEK Sanur diharapkan tak melupakan aspek fundamental ini: keselamatan pasien dan kepatuhan pada standar medis yang berlaku.

Kehadiran layanan bedah estetika berkelas di Sanur ini akhirnya membawa harapan baru. Pemerintah dan pengelola berharap, penguatan layanan kesehatan nasional bisa berjalan beriringan dengan menggeliatnya sektor pariwisata kesehatan. Semuanya untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar