Soal kabar bahwa komunikasi terhambat karena nomor telepon dan media sosial diblokir, Dharma mengaku tak banyak tahu. Pernyataan Inara Rusli itu tak sepenuhnya dipahaminya.
“Soal diblokir atau tidak, saya kurang tahu. Setahu saya tidak ada seperti itu,” katanya, seraya menyerahkan penjelasan lebih detail kepada Mawa sendiri.
Di sisi lain, Dharma menegaskan bahwa kedatangan Insanul akan dilihat sebagai langkah positif. Bahkan, pihak Mawa sudah menyiapkan diri untuk menyambut jika itu benar-benar terjadi. “Kalau memang ada itikad baik dari saudara Insanul, silakan datang saja. Datang kepada Mawa atau keluarganya, pasti akan diterima dengan baik,” tegasnya.
Pada akhirnya, ruang untuk berdamai memang masih terbuka. Namun begitu, jalan Restorative Justice ini hanya bisa ditempuh jika diiringi kesungguhan dan keterbukaan dari semua pihak. Tanpa itu, semuanya hanya akan jadi wacana belaka.
Artikel Terkait
Poligami dan Ilusi Kesalehan: Ketika Agama Jadi Tameng Kekuasaan
Frank & Co. Buka Butik Baru di Plaza Senayan, Usung Konsep Kotak Perhiasan dan Koleksi Kolaborasi
Barbie Autisme: Kolaborasi Mattel dan ASAN Hadirkan Representasi yang Otentik
Pusing Usai Bercinta Saat Hamil: Normalkah? Ini Kata Ahli