Bencana Aceh Hantam 261 Ponpes, Ratusan Madrasah dan Rumah Ibadah Rusak

- Minggu, 14 Desember 2025 | 04:30 WIB
Bencana Aceh Hantam 261 Ponpes, Ratusan Madrasah dan Rumah Ibadah Rusak

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh ternyata tak hanya menyapu rumah warga. Satgas Tanggap Darurat Kanwil Kementerian Agama setempat melaporkan, sejumlah bangunan di bawah naungan Kemenag juga ikut menjadi korban. Bahkan, ada yang hilang begitu saja diterjang derasnya air dan tanah.

Yang paling memprihatinkan adalah kondisi pondok pesantren. Ratusan ponpes terdampak.

"261 pondok pesantren di 17 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi, dua di antaranya hilang dan empat roboh,"

Kata Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari, pada Minggu (14/12/2025). Pernyataannya itu dikutip dari laporan detikSumut.

Tak cuma ponpes, kantor-kantor Kemenag pun tak luput. Azhari menyebut lima kantor mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Kantor di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Singkil, misalnya, hanya mengalami kerusakan ringan. Namun nasib lain dialami kantor Kemenag Langsa dan Aceh Tamiang keduanya rusak berat.

Lalu, bagaimana dengan madrasah? Jumlahnya lebih banyak lagi. Ada 325 madrasah di 14 wilayah yang terdampak. Rinciannya, 238 rusak ringan, 63 rusak sedang, dan 16 lainnya rusak berat. Mirisnya, enam madrasah dilaporkan hilang dan dua bangunan lainnya roboh.

Di sisi lain, institusi lain yang berfungsi mencatat pernikahan warga juga tak berdaya. Sebanyak 74 Kantor Urusan Agama (KUA) ikut terdampak. Sebagian besar, 39 unit, rusak ringan. Tapi ada 29 yang rusak sedang, lima rusak berat, dan satu KUA Puteri Betung di Gayo Lues dinyatakan hilang.

Yang menarik, dampaknya ternyata menyentuh semua lapisan umat beragama. Rumah ibadah yang terdampak mencapai 519 unit di 15 daerah. Kerusakannya beragam, mulai dari ringan hingga berat. Bahkan, delapan roboh dan satu lagi hilang. Tempat ibadah yang terdampak ini mencakup masjid, gereja Kristen, gereja Katolik, hingga vihara.

Gambaran ini jelas menunjukkan betapa luasnya jangkauan bencana ini. Bukan hanya soal infrastruktur umum, tapi juga pusat-pusat pendidikan dan keagamaan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Aceh.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar