Mawa Buka Pintu Damai, Tuntut Itikad Baik Konkret dari Insanul

- Selasa, 13 Januari 2026 | 22:00 WIB
Mawa Buka Pintu Damai, Tuntut Itikad Baik Konkret dari Insanul

JAKARTA – Wardatina Mawa ternyata masih membuka pintu perdamaian. Melalui kuasa hukumnya, Dharma Praja Pratama, syarat utama untuk penyelesaian kasus dugaan perzinaan lewat jalur kekeluargaan atau Restorative Justice akhirnya disampaikan. Intinya sederhana: butuh itikad baik yang konkret dari Insanul Fahmi.

Hingga detik ini, kata Dharma, kliennya masih menunggu. Yang diharapkan bukan sekadar pernyataan di media, melainkan sebuah tindakan nyata. “Bentuk kesungguhan itu ya datang langsung. Temui Mawa atau keluarganya,” ujarnya. Pertemuan tatap muka dinilainya jauh lebih bermakna dan efektif untuk membuka dialog daripada komunikasi yang berputar-putar.

“Sebenarnya kalau memang ada keseriusan terhadap Restorative Justice ini, mungkin alangkah baiknya langsung saja dari pihak Insanul untuk datang ke Mawa atau kepada keluarganya langsung,” kata Dharma saat ditemui di kantornya di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kalau bisa disampaikan secara langsung, saya rasa akan lebih baik,” tambahnya.


Halaman:

Komentar