JAKARTA – Wardatina Mawa ternyata masih membuka pintu perdamaian. Melalui kuasa hukumnya, Dharma Praja Pratama, syarat utama untuk penyelesaian kasus dugaan perzinaan lewat jalur kekeluargaan atau Restorative Justice akhirnya disampaikan. Intinya sederhana: butuh itikad baik yang konkret dari Insanul Fahmi.
Hingga detik ini, kata Dharma, kliennya masih menunggu. Yang diharapkan bukan sekadar pernyataan di media, melainkan sebuah tindakan nyata. “Bentuk kesungguhan itu ya datang langsung. Temui Mawa atau keluarganya,” ujarnya. Pertemuan tatap muka dinilainya jauh lebih bermakna dan efektif untuk membuka dialog daripada komunikasi yang berputar-putar.
“Sebenarnya kalau memang ada keseriusan terhadap Restorative Justice ini, mungkin alangkah baiknya langsung saja dari pihak Insanul untuk datang ke Mawa atau kepada keluarganya langsung,” kata Dharma saat ditemui di kantornya di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Kalau bisa disampaikan secara langsung, saya rasa akan lebih baik,” tambahnya.
Artikel Terkait
Poligami dan Ilusi Kesalehan: Ketika Agama Jadi Tameng Kekuasaan
Frank & Co. Buka Butik Baru di Plaza Senayan, Usung Konsep Kotak Perhiasan dan Koleksi Kolaborasi
Barbie Autisme: Kolaborasi Mattel dan ASAN Hadirkan Representasi yang Otentik
Pusing Usai Bercinta Saat Hamil: Normalkah? Ini Kata Ahli