Lantas, apa sih yang mendorong anak melakukan hal ini? Menurut dokter, penyebabnya bisa beragam. Yang paling dasar tentu refleks fisiologis, terutama pada bayi dan balita kecil dengan refleks muntah yang super sensitif. Tapi di sisi lain, ada faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, soal regulasi emosi. Balita kerap belum punya kosakata yang cukup untuk mengungkapkan perasaannya. Rasa frustasi, bosan, cemas, atau ketidaknyamanan bisa ia lampiaskan lewat perilaku fisik, termasuk kebiasaan memasukkan jari ini.
Kedua, bisa jadi ini cara mereka mencari perhatian. Bayangkan: setiap kali si kecil muntah, orang tuanya langsung panik, marah, atau memberikan perhatian ekstra. Anak akan cepat belajar bahwa tindakan itu adalah cara ampuh untuk mendapat respons. Akhirnya, ia pun mengulanginya.
Ketiga, ini mungkin bagian dari kebiasaan atau perilaku berulang yang lebih kompleks. Apalagi jika disertai tanda lain seperti keterlambatan bicara, kurangnya kontak mata, atau gerakan repetitif lain. Dalam kasus seperti ini, skrining tumbuh kembang dan konsultasi ke Dokter Spesialis Anak menjadi langkah penting.
“Lalu faktor medis tertentu. Misalnya refluks lambung, gangguan pencernaan, atau sensitif oral tertentu, meskipun ini relatif lebih jarang,”
tutup dr. Aisya menyempurnakan penjelasannya.
Jadi, intinya, konteks adalah segalanya. Orang tua diajak untuk lebih mengamati, bukan langsung panik. Kadang, yang dibutuhkan anak hanya pengalihan yang lembut dan perhatian yang tepat.
Artikel Terkait
Tahun Kuda Api 2026: Empat Shio Ini Diimbau Lebih Waspada
Kopi vs Teh: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Tulang?
Miss World Vietnam 2023 Bekerja Paruh Waktu di Konter Dior
Hasbi Terkapar, Mobilnya Nyaris Jatuh ke Jurang Usai Diserang Preman