Nah, ini yang menarik. Menurut dr. Reza, justru disarankan untuk melakukan diversifikasi makanan sejak awal. Maksudnya, perkenalkan berbagai jenis bahan pangan secara bertahap. Dengan cara ini, tubuh anak perlahan-lahan belajar membangun toleransi.
“Dengan kita mengenalkan berbagai jenis makanan, maka kita mengenalkan anak untuk toleran terhadap makanan-makanan tersebut, sehingga justru mencegah alergi makanan di kemudian hari,”
imbuhnya. Jadi, prinsipnya bukan menghindari, tapi mengenalkan dengan cara yang terkontrol.
Tapi tentu saja, semuanya butuh kepastian medis. Kecurigaan alergi harus dibuktikan dengan diagnosis yang tepat oleh dokter. Baru setelah itu, pola makan dan asupan nutrisi anak bisa diatur sesuai kebutuhannya.
Kalau benar terbukti alergi terhadap bahan tertentu? Langkah idealnya adalah mengeliminasi bahan itu dari menu sehari-hari. Nantinya, provokasi atau pemberian kembali bisa dicoba, tentu saja di bawah pengawasan tenaga medis yang kompeten.
Artikel Terkait
Waspadai Tanda Samar Kolesterol Tinggi Usai Lebaran
Waspadai Lonjakan Kolesterol hingga Asam Urat Usai Menyantap Hidangan Lebaran
Tips Atasi Post-Holiday Blues Usai Libur Lebaran
SNBT 2026: Lokasi UTBK Ditentukan Sistem Acak untuk Cegah Kecurangan