Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:30 WIB
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg

Usai Lebaran 2026, harga cabai rawit merah ternyata belum juga turun. Bahkan, menurut pantauan langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, harganya masih menyentuh angka yang fantastis: Rp100 ribu per kilogram. Peninjauan ini dia lakukan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu lalu (28/3/2026). Tujuannya sederhana, memastikan stok bahan pokok aman dan harganya terkendali pasca-hari raya.

“Cabai rawit merah. Iya yang kecil, yang segini, yang pedas. Iya, itu tadi 100 (ribu rupiah) harganya,”

kata Zulhas kepada para wartawan yang mengepungnya. Suasana pasar saat itu memang belum sepenuhnya ramai, banyak kios yang masih tutup karena masa liburan.

Meski cabai rawit merah membandel, harga jenis cabai lain ternyata lebih bersahabat. Zulhas merincikan, untuk cabai merah keriting yang besar harganya justru turun. Sementara cabai merah biasa dibanderol sekitar Rp50 ribu per kilo.

“Tadi 50 (ribu) kalau (cabai) yang biasa, ya sekilo Rp50 ribu,”

tambahnya.

Di sisi lain, kalau dilihat secara keseluruhan, situasi pasokan pangan sebenarnya cukup aman. Zulhas menilai stok untuk komoditas utama masih melimpah. Beras banyak, ayam dan telur juga tersedia cukup, begitu pula dengan sayur-mayur. Hanya saja, aktivitas perdagangan belum pulih total. Mungkin baru sekitar 60-70 persen pedagang yang sudah buka, sisanya masih menikmati suasana Lebaran.

“Persediaan banyak ya, beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Walaupun mungkin pedagang belum 100 persen ya. Mungkin sudah 60-70 persen yang buka, 30 persen belum ya,”

ujar Zulhas menjelaskan.

Lalu, bagaimana dengan komoditas selain cabai? Secara umum, harganya relatif stabil. Ada yang naik sedikit, ada yang justru turun. Telur harganya tetap, ayam naik sedikit. Namun begitu, pemerintah tak akan tinggal diam melihat lonjakan harga yang terjadi pada beberapa item.

Mereka berjanji akan terus memantau pergerakan harga dari hari ke hari. Langkah konkretnya adalah dengan menggelar operasi pasar atau pasar murah di berbagai daerah. Zulhas sendiri mengaku akan blusukan ke beberapa wilayah seperti Lampung dan Jawa Tengah untuk mengecek situasi langsung.

“Ya tentu kita akan pantau terus ya, tiap hari. Ini sekarang di sini, besok saya cek di Lampung, juga di Jawa Tengah dan lain-lain ya. Karena harga-harga masih ada yang belum turun, maka pemerintah melakukan apa yang kita sebut dengan pasar murah,”

tegasnya.

Rencananya, pasar murah akan segera digelar, salah satunya di kawasan Monas. Bulog disebut akan membagikan sekitar 100 ribu paket sembako murah yang berisi beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya. Upaya ini diharapkan bisa menjadi penyeimbang, menekan gejolak harga sambil menunggu seluruh rantai pasokan dan pedagang kembali beraktivasi normal.

“Ya nanti sore itu Bulog akan menggelar pasar murah untuk 100 ribu paket ya. Ada beras, ada minyak dan lain-lain. Begitu juga daerah-daerah lain kita lakukan pasar murah agar menekan harga di mana setelah Lebaran ini kan belum 100 persen pedagangnya datang,”

pungkas Zulhas.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar