Dunia pertahanan Indonesia berduka. Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan yang pernah bertugas di era Gus Dur dan SBY, tutup usia hari Sabtu (28/3/2026) lalu. Kabar ini sungguh mengejutkan.
Informasi duka itu datang langsung dari pihak keluarganya lewat sebuah pesan singkat. Disebutkan, Juwono Sudarsono menghembuskan napas terakhir di RSPI Pondok Indah, Jakarta Selatan, tepatnya pukul 13.45.
Putra almarhum menyampaikan kabar itu dengan kalimat yang sederhana namun penuh rasa kehilangan.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Prof Dr Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu, pada Sabtu, 28 Maret 2026, jam 13:45 di RSPI Pondok Indah, Jakarta,"
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum jelas apa penyebab pasti meninggalnya. Apakah beliau sedang menjalani perawatan di rumah sakit itu atau karena hal lain, masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Juwono bukan sekadar mantan menteri biasa. Namanya tercatat dalam sejarah sebagai Menhan pertama dari kalangan sipil. SBY-lah yang melantiknya untuk posisi itu pada 21 Oktober 2004, memimpin Departemen Pertahanan di Kabinet Indonesia Bersatu.
Namun begitu, kiprahnya di kabinet pemerintahan sudah dimulai jauh sebelumnya. Di masa Presiden BJ Habibie, Juwono memegang tampuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu, ketika Gus Dur memimpin, ia dipercaya memegang portofolio pertahanan dari tahun 1999 hingga 2000.
Karir diplomatiknya juga tak bisa dianggap remeh. Usai dari Kemenhan, ia diangkat sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris. Ia menjabat di sana sampai tahun 2004, sebelum akhirnya dipanggil pulang untuk kembali memimpin Kementerian Pertahanan.
Kepergiannya tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kolega, dan seluruh insan pertahanan tanah air. Selamat jalan, Profesor.
Artikel Terkait
Mantan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi Minyak Sawit
Maya Denham Resmi Pegang Paspor Indonesia, Talenta Muda Keturunan Siap Perkuat Timnas Putri
Wall Street Ditutup Mixed, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru di Tengah Optimisme AI
Nama Nenad Bacina Muncul dalam Bursa Calon Pelatih PSM Makassar Musim Depan