Bayangkan ini: Anda sudah berjam-jam di jalan, lelah, ingin cepat sampai rumah. Tapi begitu mendekati gerbang tol, yang terlihat justru barisan mobil mengular. Penyebabnya? Banyak yang saldo e-toll-nya habis. Fenomena ini, terutama saat puncak mudik atau balik Lebaran, memang jadi biang kemacetan yang nyata. Nah, teknologi bernama Multi Lane Free Flow (MLFF) disebut-sebut bisa jadi solusi ampuh untuk masalah klasik ini.
Anton Budiharjo, seorang pengamat transportasi dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, melihat potensi besar MLFF. Menurutnya, sistem ini bisa memangkas habis antrean panjang yang dipicu oleh aktivasi top up e-toll di lokasi. Intinya, MLFF adalah sistem tol nirhenti dan nirsentuh. Tak ada lagi transaksi yang mengharuskan pengemudi berhenti.
"Pada sistem konvensional yang berbasis kartu seperti saat ini menggunakan e-toll, kita harus berhenti tap in untuk melakukan transaksi," jelas Anton, Sabtu (28/3/2026).
"Setiap kendaraan butuh waktu layanan sekitar 4-5 detik. Waktu itu bisa melonjak drastis kalau ternyata saldo kurang," tambahnya.
Masalah saldo kosong ini sering berujung pada intervensi petugas. Mereka turun tangan membantu top up, yang justru membuat waktu layanan jadi tidak menentu. Akibatnya? Antrean makin panjang dan pengendara makin frustrasi.
Di sisi lain, MLFF mengubah total mekanisme itu. "Teknologi ini menerapkan sistem pembayaran nirsentuh dan nirhenti. Kendaraan bisa melaju bebas tanpa hambatan, beda banget dengan metode tap in e-toll yang sekarang," ujar Anton.
Lalu, bagaimana cara kerjanya? Transaksi berjalan otomatis di belakang layar. Sistemnya memanfaatkan teknologi seperti GNSS, RFID, atau kamera yang membaca plat nomor (ANPR). Semua terhubung ke sistem back end. Intinya, Anda lewat saja. Proses tap kartu yang selama ini jadi bottleneck, hilang sama sekali.
"Jadi benar-benar menghilangkan antrean di pelataran tol dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas," tegas Anton. "Terutama pada masa arus mudik maupun arus balik yang volumenya sangat tinggi."
Ilustrasi antrean kendaraan di gerbang tol saat arus mudik atau balik Lebaran 2026. Dok. Istimewa
Artikel Terkait
Polres Bogor Panen 10 Ton Jagung, Targetkan 500 Ton untuk Bulog
Bazar Rakyat di Monas Bagikan Kupon Rp500 Ribu untuk Dongkrak UMKM Pascalebaran
PSSI Awards 2026 Digelar Perdana, Jay Idzes dan Safira Ika Raih Pemain Terbaik
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penyesuaian Kebijakan Ekonomi dan Energi