Onad Bebas, Langkah Pertama: Pulang dan Memeluk Anak

- Kamis, 29 Januari 2026 | 08:00 WIB
Onad Bebas, Langkah Pertama: Pulang dan Memeluk Anak

Udara bebas akhirnya kembali dihirup Onadio Leonardo. Setelah tiga bulan menjalani program di Natura Indonesia Ultra Addiction Center, pria yang akrab disapa Onad itu tampak lebih tenang. Namun, urusan pekerjaan bukanlah hal pertama yang terlintas di benaknya. Bukan. Fokus utama musisi itu sekarang jauh lebih personal: memperbaiki hubungan dengan keluarganya.

Rasa rindu yang mendalam, terutama pada anak-anaknya, menjadi penggerak utamanya selama masa rehabilitasi. Momen terberat? Jelas, berpisah jauh dari buah hati. Jadi, hal pertama yang ingin dilakukannya begitu keluar sangatlah sederhana: pulang.

"Nomor satu mau ketemu anak gue dulu, gue pulang ke rumah dulu," ungkap Onad, Rabu (28/1/2026) di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Suaranya terdengar haru. "Gue kangen anak-anak gue, gue kangen semuanya lah yang ada di rumah."

Istri Onad, Beby Prisillia, membenarkan kerinduan yang sama dari sisi anak-anak. Mereka sudah tidak sabar menunggu.

"Happy banget karena anak-anak di rumah juga kangen banget sama dia, papa mamanya dia juga kangen," ujar Beby. "Pokoknya hari ini hari terbaik buat aku."

Namun begitu, beban lain juga dipikul Onad. Sebuah penyesalan yang dalam terhadap kedua orang tuanya. Ia menyadari, kasus hukum yang menyeretnya penyalahgunaan ganja pada Oktober 2025 silam telah melukai hati ayah dan ibunda. Rencananya, setelah bertemu anak, ia akan segera menghubungi mereka untuk memohon maaf secara langsung.

"Gue mungkin telepon orang tua gue yang pasti kecewa banget," tutur vokalis Killing Me Inside itu. "Gue sadar gue melakukan kesalahan bodoh itu, dan gue harus hadapi konsekuensinya."

Dampak dari perbuatannya ternyata lebih luas. Onad juga merasa perlu meminta maaf kepada rekan kerja dan tim profesional di sekitarnya, yang ikut terkena imbas. "Gue mau telepon teman-teman kerja gue juga yang sudah gue rugiin lah ibaratnya," pungkasnya.

Bagi Onad, seluruh pengalaman ini ibarat tamparan keras. Sebuah peringatan untuk berubah. Ia ingin membuktikan bahwa tiga bulan di pusat rehabilitasi bukanlah waktu yang sia-sia, bahwa ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan, dalam kata-katanya, "tahu diri".

"Gue minta maaf gue bukan contoh yang baik. Tapi gue jalanin tiga bulan di sini full, gue belajar banyak," katanya. "Siapa sih nggak pernah kena cobaan? Pasti gue lalui ini dengan lebih bijak lagi lah."

Kini, pilihannya jelas. Pergaulan akan dibatasi. Waktu lebih banyak dihabiskan di rumah. Kenyamanan sederhana di tengang keluarga, baginya, ternyata jauh lebih berharga dari segala hal yang pernah ia kejar sebelumnya.

Sebagai catatan, Onad sebelumnya diamankan polisi di kediamannya di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Kamis (30/10/2025) malam. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari tersangka lain yang diciduk di Sunter, Jakarta Utara.

Dalam penggeledahan saat itu, polisi menyita barang bukti sisa ganja dan papir. Ada juga dugaan bahwa Onad telah mengonsumsi ekstasi sebelum ditangkap, dilihat dari indikasi barang bukti yang sudah habis terpakai.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar