Waspadai Lonjakan Kolesterol hingga Asam Urat Usai Menyantap Hidangan Lebaran

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:35 WIB
Waspadai Lonjakan Kolesterol hingga Asam Urat Usai Menyantap Hidangan Lebaran

JAKARTA – Lebaran, ya. Saatnya berkumpul dan menikmati segala kelezatan di meja makan. Opor ayam yang gurih, rendang yang empuk, ditambah aneka kue kering manis nan menggoda. Tapi hati-hati, euforia makan ini seringkali berujung pada keluhan kesehatan. Kalau dikonsumsi tanpa kendali, pesta rasa itu bisa berbalik jadi sumber masalah.

Faktanya, bukan cuma soal makanan. Kombinasi dari kurang tidur karena silaturahmi keliling kota, plus aktivitas fisik yang berlebihan, juga ikut andil bikin tubuh drop. Akibatnya, beberapa penyakit yang tadinya ‘tertidur’ pun gampang bangkit lagi.

Nah, kira-kira kondisi apa saja yang perlu diwaspadai usai hari raya?

Kolesterol Melonjak

Ini musuh klasik. Gorengan, santan kental, atau jeroan yang kerap jadi hidangan utama bisa dengan cepat mendongkrak kadar kolesterol jahat (LDL). Kalau dibiarkan, dampaknya nggak main-main. Kesehatan jantung yang jadi taruhannya.

Di sisi lain, ada juga ancaman gula.

Gula Darah Naik

Kue nastar, putri salju, sirup, dan minuman manis lainnya seolah jadi teman setia ngobrol. Tapi asupan gula berlebihan itu bikin gula darah melonjak tak terkendali. Bila terjadi terus-terusan, risiko terkena diabetes jadi lebih nyata. Perlu kontrol yang ketat.

Tekanan Darah Ikut Naik

Makanan tinggi garam dan lemak, yang rasanya memang menggugah selera, ternyata bisa memicu hipertensi. Bagi yang sudah punya riwayat tekanan darah tinggi, situasi ini mesti benar-benar diawasi. Bisa-bisa kondisi kesehatan malah memburuk.

Lalu, jangan lupakan soal persendian.

Serangan Asam Urat

Bagi sebagian orang, hidangan Lebaran bisa jadi pemicu nyeri sendi. Kandungan purin tinggi dalam makanan seperti emping melinjo atau beberapa jenis kacang-kacangan, seringkali menjadi biang keladi asam urat kambuh. Terutama buat mereka yang memang sudah punya bakat.

Intinya, bersenang-senang itu boleh, bahkan dianjurkan. Tapi tetap ingat batas tubuh sendiri. Menjaga pola makan dan istirahat yang cukup setelah hari raya, adalah kunci agar kita bisa tetap fit menjalani aktivitas selanjutnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar