Penindakan terhadap judi online terus digencarkan aparat. Baru-baru ini, Bareskrim Polri mengumumkan penyidikan satu kasus telah rampung. Nilai barang bukti yang disita tak main-main: mencapai Rp 55 miliar. Ini jadi bukti bahwa upaya pemberantasan serius dilakukan, meski tantangannya tetap kompleks.
Berkas perkara untuk sejumlah tersangka sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Agung. Artinya, proses hukum segera berlanjut.
“Setelah berkas lengkap, tahap berikutnya adalah penyerahan tersangka beserta barang bukti ke jaksa,” jelas Kombes Rizki Prakoso, Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri.
“Total barang bukti uang yang akan diserahkan sebesar Rp 55 miliar, semua berasal dari aktivitas judi daring,” tambahnya.
Peran Krusial Payment Gateway
Di sisi lain, banyak yang menilai pertempuran melawan judi online harus fokus di hulu: sistem pembayaran. Nailul Huda dari Celios bilang, penyedia payment gateway perlu teknologi mumpuni untuk membendung aliran dana ke rekening bandar.
“Transaksi yang terindikasi judi harus bisa dipotong arusnya. Teknologi di sisi pembayaran harus mampu mendeteksi dan menghentikan,” ujar Nailul, Minggu lalu.
Menurutnya, e-KYC atau proses verifikasi identitas digital harus lebih ketat. Bisa dibantu teknologi regulasi (Regtech) untuk menyaring transaksi mencurigakan. Soalnya, kemudahan bertransaksi jadi pendorong utama orang main judi online. Cukup klik, uang masuk dan keluar dengan cepat lewat bank atau dompet digital.
“Semakin gampang top up-nya, semakin banyak yang tertarik,” katanya.
Tapi, Nailul juga mengingatkan. Tidak fair kalau kita menyalahkan teknologi pembayaran digital sepenuhnya. Di banyak sisi, sistem ini justru memudahkan hidup, seperti transaksi e-commerce yang positif jauh lebih dominan. “Jangan salahkan teknologinya,” tegasnya.
Lalu, apa yang bikin orang tetap nekat? Motif ekonomi, terutama di kalangan menengah ke bawah. Judi online dianggap sebagai jalan cepat dapat tambahan uang di tengah tekanan hidup.
“Prosesnya mudah, alatnya cuma HP. Bagi yang butuh, ya ini dilirik,” ucap Nailul.
Artikel Terkait
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera untuk Final FIFA Series 2026
Nenek Penjual Sosis di Maros Jadi Korban Pencurian Berani di Siang Bolong
Pakar UGM: PP TUNAS Perlu Diimbangi Literasi Digital untuk Cegah Kecanduan Anak
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Dimakamkan dengan Penghormatan Militer di Kalibata