Waspadai Tanda Samar Kolesterol Tinggi Usai Lebaran

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:00 WIB
Waspadai Tanda Samar Kolesterol Tinggi Usai Lebaran

Habis Lebaran, banyak dari kita yang baru sadar sudah kalap menyantap segala macam hidangan. Dari opor ayam yang kaya santan, rendang yang gurih, sampai gorengan yang renyah. Enak sih, tapi hati-hati. Konsumsi berlebihan makanan tinggi lemak itu bisa bikin kolesterol melonjak diam-diam. Yang bikin seringkali kita lengah, gejalanya ringan banget, hampir tak terasa.

Padahal, kalau dibiarkan terus-terusan, kondisi ini bisa berimbas serius pada jantung dan pembuluh darah. Nggak main-main. Jadi, penting buat mengenali sinyal-sinyal yang dikirim tubuh. Berikut beberapa tanda yang patut kamu waspadai.

Mudah Capek Padahal Kerjaan Biasa Aja

Badannya terasa lemas, gampang lelah. Padahal, aktivitas harian nggak ada yang berat-berat amat. Ini bisa terjadi karena aliran darah nggak optimal. Akibatnya, distribusi oksigen ke seluruh tubuh pun terganggu. Ya, jadinya tubuh seperti kehabisan tenaga.

Kesemutan Sering Datang

Kesemutan yang muncul berulang, apalagi di tangan atau kaki, jangan cuma dianggap remeh. Itu bisa jadi sinyal ada gangguan sirkulasi darah. Kok bisa? Kadar kolesterol yang tinggi bisa memicu penyempitan pembuluh darah, sehingga aliran darah menuju saraf jadi nggak lancar. Akhirnya, muncul lah sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum itu.

Rahang Terasa Nyeri

Ini tanda yang agak jarang disadari. Tahu-tahu rahang terasa nyeri atau tidak nyaman. Menurut sejumlah saksi di dunia medis, kondisi ini berkaitan dengan berkurangnya aliran darah ke jantung dan area di sekitarnya. Kadang, rasa tidak nyaman di dada juga ikut muncul bersamaan.

Intinya, gejala kolesterol tinggi itu sering kali samar dan nggak khas. Makanya, pencegahan adalah kunci utama. Jaga pola makan seimbang usai Lebaran, usahakan rutin bergerak atau olahraga ringan, dan yang nggak kalah penting: periksa kesehatan secara berkala.

Kalau keluhan-keluhan tadi mulai terasa mengganggu atau bertahan lama, jangan tunda lagi. Segera periksakan diri ke dokter atau tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Lebih baik waspada dari awal, kan?

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar