Kemampuan pria untuk mengeluarkan sperma dalam jumlah cukup saat ejakulasi kerap dijadikan salah satu indikator kesehatan reproduksi. Namun, terdapat kondisi medis tertentu yang membuat seorang pria tetap bisa mencapai orgasme tanpa mengeluarkan cairan mani sama sekali.
Fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai ejakulasi kering. Dokter Spesialis Andrologi, Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi ketika seorang pria merasakan kepuasan seksual, tetapi tidak ada sperma yang keluar saat ejakulasi.
“Selain itu juga ada loh kelainan yang disebut dengan ejakulasi kering. Pada pria yang mengidap ejakulasi kering dia bisa loh untuk mencapai orgasme dan kepuasan. Hanya saja ketika dia sudah puas anehnya tidak ada air mani yang keluar sama sekali,” ujar dr. Jefry.
Menurut penjelasannya, ejakulasi kering dapat dipicu oleh adanya sumbatan pada jalur sperma. Dalam kondisi lain, sperma justru masuk ke kandung kemih kondisi yang secara medis disebut retrograde ejaculation atau ejakulasi retrograd.
“Biasanya pria-pria yang mengidap kelainan ejakulasi yang terbalik masuk saluran kencing, ini sering ditemui ya pada pria yang mungkin dia ada riwayat terbentur, kecelakaan, terutama di daerah panggul sehingga mengakibatkan sarafnya bermasalah,” kata dr. Jefry.
Selain cedera, penyakit berbahaya seperti diabetes atau kadar gula darah tinggi juga dapat memicu ejakulasi kering. Kondisi tersebut mampu merusak saraf yang mengatur proses ejakulasi pada pria, sehingga sperma tidak keluar secara normal.
“Alhasil setiap kali dia mengalami orgasme dan mau ejakulasi, air maninya tidak bisa keluar dengan sempurna dan justru masuk ke saluran kencing,” ucap dr. Jefry.
Dia mengingatkan agar kondisi sperma yang tidak keluar saat ejakulasi tidak dianggap sepele, terutama bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan. Sebab, ejakulasi kering dapat memengaruhi peluang memiliki keturunan jika tidak segera ditangani.
“Tentu ini akan menimbulkan masalah ya, khususnya bagi mereka yang sedang berusaha memiliki keturunan. Kalau memang air mani kita sudah dicurigai sedikit, saran saya jangan disepelekan ya. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter andrologi untuk mendapatkan terapi yang tepat,” katanya.
Artikel Terkait
10 Keutamaan Bulan Dzulhijjah: Ladang Pahala dan Waktu Mustajab untuk Berdoa
AS Hapus Kewajiban Visa Bond bagi Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
Mantan Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Ancaman Baru Seperti Covid-19, Sudah Dikenal Sejak 1970-an
The Weeknd Pastikan Konser di Jakarta 26-27 September 2026, Tiket Presale Mulai 18 Mei