Bayi Alami Syok Anafilaktik Usai MPASI Pertama, Dokter Ingatkan Bahaya Alergi Makanan

- Minggu, 28 Desember 2025 | 13:24 WIB
Bayi Alami Syok Anafilaktik Usai MPASI Pertama, Dokter Ingatkan Bahaya Alergi Makanan

Lewat unggahan di Threads, seorang ibu dengan akun @fiqiwidiastuty_ membagikan momen menegangkan. Bayinya yang baru saja memulai MPASI hari pertama malah harus dilarikan ke IGD. Pasalnya, wajah mungil si kecil tiba-tiba dipenuhi bentol-bentol merah, merambat hingga ke area bawah mata. Tak ayal, kepanikan melanda dan mereka pun bergegas mencari pertolongan dokter.

Menanggapi kejadian ini, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, seorang dokter spesialis anak, menyoroti bahwa reaksi kulit semacam itu patut diwaspadai. Menurutnya, bentol-bentol yang muncul usai konsumsi makanan baru bisa jadi merupakan urtikaria atau biduran.

“Kondisi tersebut kecurigaan urtikaria, jika ruam meluas hampir seluruh tubuh, diikuti bengkak di mata atau bibir, diikuti sesak napas atau mengi, maka keadaan tersebut adalah kondisi syok anafilaktik,”

jelas dr. Reza saat dikonfirmasi pada Senin (22/12).

Dia juga menambahkan, beberapa bahan makanan memang punya potensi lebih tinggi memicu alergi pada bayi. Susu sapi, telur, kacang-kacangan, ikan, dan udang termasuk yang paling sering jadi biang keladi. Makanya, perkenalan MPASI harus dilakukan dengan hati-hati dan pengawasan ketat.

Lalu, Gimana Cara Tepat Kenalkan MPASI Pertama?

Nah, ini yang menarik. Menurut dr. Reza, justru disarankan untuk melakukan diversifikasi makanan sejak awal. Maksudnya, perkenalkan berbagai jenis bahan pangan secara bertahap. Dengan cara ini, tubuh anak perlahan-lahan belajar membangun toleransi.

“Dengan kita mengenalkan berbagai jenis makanan, maka kita mengenalkan anak untuk toleran terhadap makanan-makanan tersebut, sehingga justru mencegah alergi makanan di kemudian hari,”

imbuhnya. Jadi, prinsipnya bukan menghindari, tapi mengenalkan dengan cara yang terkontrol.

Tapi tentu saja, semuanya butuh kepastian medis. Kecurigaan alergi harus dibuktikan dengan diagnosis yang tepat oleh dokter. Baru setelah itu, pola makan dan asupan nutrisi anak bisa diatur sesuai kebutuhannya.

Kalau benar terbukti alergi terhadap bahan tertentu? Langkah idealnya adalah mengeliminasi bahan itu dari menu sehari-hari. Nantinya, provokasi atau pemberian kembali bisa dicoba, tentu saja di bawah pengawasan tenaga medis yang kompeten.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar