MURIANETWORK.COM - Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) secara resmi meluncurkan kalender kompetisi berjenjang sepanjang tahun 2026. Rangkaian kejuaraan ini, yang dimulai dari tingkat daerah hingga nasional, dirancang sebagai jalur pembinaan dan seleksi atlet domino dari berbagai penjuru Indonesia, dengan puncaknya adalah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada pertengahan April mendatang.
Jadwal Fleksibel Sesuai Kesiapan Daerah
Pelaksanaan tahap awal kompetisi, yaitu Kejuaraan Cabang (Kejurcab) dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), diberikan kelonggaran waktu oleh PB ORADO. Meski demikian, seluruh proses seleksi harus tuntas dalam koridor waktu yang telah ditetapkan secara nasional.
Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menjelaskan bahwa fleksibilitas ini diberikan untuk menyesuaikan dengan kapasitas penyelenggara di daerah. "Pelaksanaan kejurcab dan kejurprov menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing pengcab dan pengprov, sehingga waktunya bisa berbeda-beda," tuturnya dalam keterangan pers, Rabu, 11 Februari 2026.
Dimulai dari Sumatra Selatan
Rangkaian panjang seleksi atlet domino nasional ini secara resmi dijadwalkan mulai bergulir sejak Februari 2026. Beberapa daerah telah menunjukkan kesiapan yang cepat, dengan Provinsi Sumatra Selatan menjadi yang pertama memastikan agenda. Mereka akan menyelenggarakan Kejurcab secara serentak di seluruh kota pada 15 Februari 2026.
Giri Bayu Kusumah menegaskan batas waktu penyelenggaraan tahap daerah. “Seluruh rangkaian kejurcab dan kejurprov berlangsung mulai Februari hingga paling lambat 5 April 2026,” jelasnya.
Sistem Seleksi Terbuka dan Berjenjang
PB ORADO menerapkan sistem piramida yang ketat dan transparan. Setiap atlet harus menempuh jalan yang sama: menjadi juara di tingkat kabupaten/kota untuk melaju ke Kejurprov. Selanjutnya, hanya pemenang di tingkat provinsi yang berhak mewakili daerahnya di ajang puncak, Kejurnas ORADO 2026.
Pertarungan tingkat nasional tersebut rencananya akan digelar pada 11–12 April 2026, mempertemukan bakat-bakat terbaik hasil penyaringan ketat dari seluruh daerah.
Fokus pada Pembinaan Berkelanjutan
Di balik struktur kompetisi yang kompetitif, PB ORADO menekankan bahwa tujuan utama adalah pembinaan jangka panjang. Organisasi tidak ingin kegiatan ini sekadar menjadi ajang seremonial belaka, melainkan bagian dari ekosistem pengembangan atlet yang sistematis.
Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau yang akrab disapa Jhon LBF, menyampaikan hal ini. "Kami mendorong seluruh pengprov dan pengcab untuk menjadikan kejurcab dan kejurprov sebagai bagian dari pembinaan atlet yang berkesinambungan, bukan sekadar kompetisi," ujarnya.
Untuk memastikan kualitas dan integritas proses, PB ORADO akan melakukan koordinasi serta pemantauan intensif selama setiap tahap kejuaraan berlangsung. Upaya ini diharapkan dapat menjaga konsistensi penerapan regulasi, nilai sportivitas, dan tata kelola yang baik di semua level, sehingga Kejurnas nantinya benar-benar diisi oleh atlet-atlet pilihan terbaik Indonesia.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Bantah Dakwaan Korupsi Plaza Klaten: Klien Bantu Daerah dengan Dana Pribadi
Eksodus Tenaga Kerja Selandia Baru ke Australia Capai 70.000 Orang dalam Setahun
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat hingga Ekstrem di Sejumlah Wilayah
Kebakaran Hanguskan Pabrik Cat di Cikupa, Tak Ada Korban Jiwa