Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati

- Minggu, 29 Maret 2026 | 00:15 WIB
Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati

Hidati Robihah


Jakarta

Gunungan sampah yang sempat memenuhi Pasar Induk Kramat Jati akhirnya mulai diurai. Perumda Pasar Jaya bergerak cepat, berusaha mengembalikan aktivitas pasar seperti sedia kala. Tentu saja, ini demi kenyamanan bersama para pedagang, pembeli, dan warga sekitar yang selama beberapa hari terakhir harus berhadapan dengan kondisi yang jauh dari ideal.

Menurut Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, proses pengangkutan kini digenjot lebih keras. Berbagai pihak terkait dilibatkan. Ia pun tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar Topik di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Persoalan ini sebelumnya viral di media sosial. Bayangkan saja, timbunan sampah itu diperkirakan mencapai 6.970 ton. Atau kalau mau dibayangkan, butuh sekitar 410 truk tronton untuk mengangkutnya semua. Pemicu utamanya adalah kendala teknis pada armada pengangkutan yang bermula sejak 9 Maret lalu.

Nah, untuk mempercepat penanganan, Perumda Pasar Jaya menjalin koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI. Hasilnya, dalam dua hari terakhir ada perkembangan yang cukup signifikan. Sebanyak 33 truk tronton sudah dikerahkan 20 armada di hari sebelumnya, ditambah 13 armada lagi hari ini. Pembersihan intensif akan terus dilakukan sampai situasi benar-benar normal.

Di lapangan, selain pengangkutan, juga dilakukan penertiban dan penyaringan sampah. Tujuannya jelas: agar alur pembuangannya bisa lebih terkendali. Langkah ini diharapkan bukan sekadar solusi sesaat, tapi juga bisa mencegah penumpukan serupa terulang di kemudian hari.

Lalu, bagaimana langkah ke depannya? Perumda Pasar Jaya sudah menyiapkan sejumlah rencana. Untuk jangka pendek, mereka sedang memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik. Targetnya, armada baru ini bisa beroperasi akhir April 2026 nanti. Kerja sama dengan pihak ketiga juga akan dioptimalkan.

Sementara untuk jangka panjang, perusahaan mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah yang lebih berkelanjutan. Beberapa opsi seperti teknologi thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) sedang dipersiapkan untuk uji coba. Intinya, mereka ingin sampah bisa diolah langsung dari sumbernya.

“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkas Topik.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar