Sudah tujuh hari berlalu, namun beratnya kehilangan masih terasa begitu pekat bagi Karina Ranau. Hidup tanpa kehadiran sang suami, Epy Kusnandar, ia akui terasa sangat berat untuk dijalani sehari-hari.
Karina mencurahkan perasaannya saat ditemui dalam acara pengajian hari ketujuh kepergian Epy. Suasana haru jelas terpancar, meski di baliknya ada secercah kekuatan.
"Almarhum tuh kayak udah mengatur semuanya," ujarnya, mengenang pesan Epy.
"'Nanti pokoknya kalau Papi pergi, kalian harus bareng-bareng; Adi, Aa, Q. Kalian harus bersatu'," lanjut Karina menirukan suaminya.
Ia pun berusaha meluruskan. Nasihat itu, katanya, sama sekali bukan karena ada konflik atau masalah tersembunyi di dalam keluarga. Bukan itu maksudnya.
"Karena kesibukan masing-masing saja. Tapi sekarang, kita justru jadi lebih hangat. Lebih dekat. Jadi tempat curhat satu sama lain. Apa-apa pasti kita sharing," tutur Karina menjelaskan.
Memori itu membawanya mundur jauh, ke tahun 2003 silam. Saat itu, pertemuan pertamanya dengan Epy hanyalah sebuah awal. Tak pernah terbayang, jalan itu akan ditempuh bersama hingga ujungnya, sampai maut yang akhirnya memisahkan.
"Kami kenal sejak 2003. Dari pacaran, lalu menikah, dan akhirnya dipisahkan oleh kepergiannya kemarin. Kami bersama-sama melewati hampir 22 tahun," kenangnya dengan nada lembut.
Menurut Karina, ikatan yang terbangun selama dua dekade itu telah menciptakan pemahaman yang dalam. Sebuah keselarasan yang tak selalu butuh kata-kata.
"Jadi semua yang terjadi, semua perkataannya, kami sudah tahu benar maksudnya. Keputusan memakamkan beliau di tempat yang kami pilih sekarang, itu adalah yang terbaik untuk kami," pungkas Karina, menegaskan bahwa segala sesuatu telah dijalani dengan kesepahaman penuh.
Artikel Terkait
Konser BTS di Jakarta Bertambah Jadi Tiga Hari, Pramono Sebut Bukti Kepercayaan pada Ibu Kota
Dokter Ungkap Kebiasaan Sepele Setelah Buang Air Besar yang Jadi Pemicu Gatal dan Bau di Selangkangan
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Rp10 Juta Usai Diperiksa sebagai Saksi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
Pria Pakai Kebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Minta Maaf Usai Tuai Kontroversi