Bagi banyak mahasiswa Indonesia, LPDP adalah pintu untuk mewujudkan mimpi kuliah ke luar negeri. Program beasiswa ini memang terkenal komprehensif. Selain biaya pendidikan, mereka yang beruntung mendapatkannya juga akan menerima tunjangan hidup bulanan. Uang saku itulah yang menjadi penopang utama selama menjalani studi di tanah rantau.
Nah, besaran tunjangannya ternyata nggak seragam. LPDP menyesuaikannya dengan biaya hidup di negara tujuan. Jadi, wajar saja kalau ada selisih yang cukup signifikan antara satu negara dan negara lain. Dana itu sendiri umumnya dipakai untuk kebutuhan pokok, beli buku, dan hal-hal lain yang mendukung aktivitas akademik.
Di beberapa negara dengan biaya hidup selangit, nominal uang sakunya pun bisa bikin mata berbinar. Berikut ini lima negara yang memberikan uang saku LPDP terbesar, berdasarkan perkiraan yang beredar.
Daftar Negara dengan Uang Saku Menggiurkan
Amerika Serikat menempati posisi teratas. Di kota-kota mahal seperti New York atau San Francisco, penerima beasiswa bisa mendapat sekitar USD 2.100 sampai USD 2.600 setiap bulannya. Kalau dirupiahkan, angkanya berkisar antara Rp32,8 juta hingga lebih dari Rp40 juta. Jumlah yang cukup untuk sekadar bertahan hidup di sana.
Lalu ada Inggris. Di negeri Ratu Elizabeth ini, besaran uang sakunya berkisar GBP 1.500 hingga GBP 1.900 per bulan, atau sekitar Rp29-38 juta. Tapi ingat, nominal ini bisa berubah tergantung kamu kuliah di London yang super sibuk atau di kota pelajar seperti Edinburgh yang mungkin sedikit lebih ramah kantong.
Australia juga tak kalah menarik. Para mahasiswa LPDP di sana biasanya menerima AUD 2.500 hingga AUD 2.800. Setara dengan Rp26-29 juta rupiah. Dana itu diharapkan cukup untuk menutupi sewa akomodasi, makan, transportasi, dan kebutuhan lain selama belajar.
Kita bergeser ke Eropa. Swiss, negara dengan pemandangan alpinenya yang memukau, punya biaya hidup yang tinggi pula. Maka, uang saku yang disiapkan pun cukup besar: sekitar CHF 2.050 hingga CHF 2.400 per bulan. Konversinya kira-kira Rp36 juta sampai lebih dari Rp43 juta.
Terakhir, Belanda. Negara kincir angin ini menawarkan uang saku sekitar EUR 1.500 per bulan, atau setara Rp25-26 juta. Meski tak sebesar negara lain dalam daftar, jumlah ini dirasa cukup untuk hidup nyaman sebagai pelajar di sana.
Intinya, besaran-besaran tujuannya satu: memastikan para penerima beasiswa bisa fokus belajar. Dengan dukungan finansial yang memadai, beban biaya hidup di luar negeri diharapkan tidak lagi menjadi mimpi buruk.
Artikel Terkait
Natha Panggil Wira “Ayah” di Sidang, Gugatan Warisan Sinetron ‘Turun Ranjang’ Makin Memanas
Nasabah PNM Mekaar di Serang Berhasil Tekan Sampah Rumah Tangga hingga 55 Persen Lewat Bank Sampah MATA
Ria Ricis Akui Operasi Hidung demi Kesehatan, Bukan Sekadar Estetik
Puasa Ayyamul Bidh Dzulqa’dah 1447 H Jatuh pada 1-3 Mei 2026, Ibadah di Bulan Haram Berpahala Lipat Ganda