Ekspor Perdana Kopi Bajawa Ngada: 15 Ton Green Bean Dikirim ke Thailand
PT Astra International Tbk (Astra) memperkuat komitmennya terhadap kemandirian ekonomi desa dengan melakukan ekspor perdana komoditas kopi dari Desa Sejahtera Astra Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 15 ton green bean kopi telah dikirim menuju Thailand dengan nilai ekspor mencapai lebih dari Rp 1,65 miliar.
Peresmian Ekspor Kopi Bajawa oleh Pemerintah dan Astra
Momen bersejarah pelepasan ekspor kopi Bajawa ini diresmikan secara langsung oleh Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal RI, Yusra. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Pengembangan Agromaritim IPB University Ernan Rustiandi, serta Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti. Kehadiran perwakilan pemerintah kecamatan, desa, dan tokoh adat Kampung Adat Ekoheto turut menyemarakkan acara.
Sinergi Multipihak untuk Keberlanjutan Ekonomi Desa
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa inisiatif ekspor kopi ini bertujuan untuk membuka akses pasar yang lebih luas dan memperkuat rantai nilai pertanian dari hulu ke hilir. Program ini adalah wujud nyata dari semangat kolaborasi atau sinergi multipihak antara masyarakat, perguruan tinggi (IPB University), pemerintah, dan dunia usaha untuk menghadirkan produk bernilai tambah dari desa.
Dampak Positif Program Desa Sejahtera Astra Bajawa
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa, hasil kolaborasi dengan IPB University sejak 2024, telah menunjukkan dampak yang signifikan. Hingga kini, program ini telah melibatkan 204 masyarakat desa dengan capaian konkret berupa:
- Peningkatan pendapatan petani kopi sebesar 72%.
- Penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 54 orang.
- Serapan pasar untuk produk kopi mencapai 100%.
Regenerasi Petani Muda dan Peningkatan Kualitas Kopi Flores
Program ini juga berhasil mendorong regenerasi petani muda di Bajawa, seperti yang ditunjukkan oleh Bernard Suryanto Langoday dan Donatus Philipus Kabe. Untuk mendukung kualitas, penerapan standar Good Agricultural Handling Practices (GAHP) dan pelatihan dari IPB University memungkinkan petani menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan cita rasa khas dataran tinggi Flores. Peresmian rumah pengering kopi (greenhouse) juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mendorong inovasi produk turunan kopi.
Kontribusi Astra untuk UMKM dan Desa di Indonesia
Secara keseluruhan, program Desa Sejahtera Astra yang diluncurkan sejak 2018 telah menjangkau 1.280 desa di 34 provinsi. Sebanyak 468 desa di antaranya telah berhasil melakukan ekspor dengan total valuasi mencapai Rp349 miliar pada periode 2020 hingga 2024. Selain itu, Astra melalui Yayasan Astra dan Grup Bisnisnya telah membina lebih dari 19.000 UMKM. Inisiatif ini sejalan dengan visi Astra untuk mewujudkan "Sejahtera Bersama Bangsa" dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Artikel Terkait
Bukalapak Simpan Rp 4,3 Triliun Dana IPO di Deposito dan Obligasi Negara
Bea Cukai Banten Resmikan NICE PIK 2 Sebagai Tempat Pameran Berikat
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Turunkan Harga Saham
DSSA Rencanakan Stock Split 1:25 untuk Dongkrak Likuiditas Saham