Rumah Inklusif Kebumen: Kisah Sukses PNM Berdayakan Keluarga Disabilitas lewat Batik

- Sabtu, 08 November 2025 | 13:18 WIB
Rumah Inklusif Kebumen: Kisah Sukses PNM Berdayakan Keluarga Disabilitas lewat Batik
Rumah Inklusif Kebumen: Wujudkan Kemandirian Keluarga Disabilitas Melalui Batik

Rumah Inklusif Kebumen: Wujudkan Kemandirian Keluarga Disabilitas Melalui Batik

Semangat kemandirian justru tumbuh subur di tengah keterbatasan. Hal inilah yang dijalani oleh para orang tua dari anak disabilitas di Kebumen yang tergabung dalam Rumah Inklusif. Berkat dukungan penuh dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), mereka kini memiliki kemampuan baru dalam membatik yang dapat diandalkan sebagai sumber penghasilan berkelanjutan.

Dukungan Nyata PNM untuk Pemberdayaan Disabilitas

Dukungan PNM tidak hanya berupa bantuan peralatan membatik, tetapi juga melalui program pendampingan dan pemberdayaan yang komprehensif. Program ini bertujuan untuk menanamkan kepercayaan diri dan keterampilan kewirausahaan. Inisiatif ini selaras dengan program Kemenko PMK dalam memperkuat partisipasi masyarakat untuk pengembangan ekonomi inklusif.

Ajakan Mendukung Kesetaraan dari Muhaimin Iskandar

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menerima kaum difabel dengan tangan terbuka. Beliau juga berkomitmen untuk memperbanyak rumah pemberdayaan disabilitas agar pemahaman tentang kesetaraan dapat tersebar luas.

"Rumah inklusif dapat menjadi contoh yang tumbuh dari bawah, membangun keyakinan, kemandirian, ketekunan, dan pengorbanan untuk mewujudkan harapan keluarga difabel," jelas Muhaimin.

Batik Sebagai Terapi dan Sumber Penghidupan

Rumah Inklusif Kebumen telah menjadi ruang belajar dan pemberdayaan bagi keluarga dengan anak disabilitas. Kegiatan membatik yang diajarkan tidak hanya sekadar keterampilan tangan, tetapi juga berfungsi sebagai terapi emosional dan bukti nyata bahwa kepedulian dapat menumbuhkan keberdayaan.

Komitmen PNM Membangun Ekonomi Inklusif

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa pemberdayaan kelompok rentan merupakan bagian inti dari komitmen PNM dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

“Setiap keluarga memiliki potensi untuk berkembang. Orang tua dari anak disabilitas menunjukkan kekuatan luar biasa karena mereka tidak hanya merawat, tetapi juga berjuang menciptakan masa depan yang lebih baik. PNM hadir dengan dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh lebih berdaya,” ujar Arief.

Pendampingan Menyeluruh untuk Keberlanjutan Usaha

Lebih dari sekadar peralatan, PNM juga memberikan pendampingan pemberdayaan agar kelompok ini mampu mengelola produksi, pemasaran, dan keuangan secara profesional. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menjadikan Rumah Inklusif Kebumen sebagai contoh praktik terbaik pemberdayaan sosial-ekonomi berbasis komunitas.

Melalui langkah strategis ini, PNM kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga sebagai pemicu semangat hidup dan kemandirian.

“Pemberdayaan bukan sekadar program, melainkan cara untuk menyalakan harapan agar setiap keluarga, tanpa terkecuali, bisa tumbuh bersama,” tutup Arief.

PNMuntukUMKM

PNMPemberdayaanUMKM

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar