Dua Emas Taekwondo Tiba, Penantian 14 Tahun Akhirnya Terjawab

- Senin, 15 Desember 2025 | 01:40 WIB
Dua Emas Taekwondo Tiba, Penantian 14 Tahun Akhirnya Terjawab

Malam Minggu di Bandara Soekarno-Hatta kemarin (14/12) riuh rendah. Bukan karena kerumunan biasa, melainkan karena kedatangan para juara. Kontingen taekwondo Indonesia baru saja mendarat, usai bertarung di SEA Games 2025. Wajah-wajah mereka terlihat lelah, tapi ada kepuasan yang jelas terpancar. Target dari federasi? Terpenuhi sudah: dua medali emas berhasil dibawa pulang.

Secara total, mereka memboyong sepuluh medali. Dua emas, dua perak, dan enam perunggu. Dua emas itu datang dari dua nomor yang berbeda: kyorugi putra kelas 74 kilogram dan poomsae beregu putra. Prestasi yang cukup membanggakan.

Bicara soal target, Arya Danu Susilo, sang peraih emas kyorugi, mengaku lega. “Ya Alhamdulillah kita sesuai dengan target dua emas,” ujarnya. Tekanan di partai final, menurutnya, luar biasa. “Rasanya deg-degan, nervous. Tapi saya bisa melakukan dengan baik final,” tambahnya.

Baginya, emas ini punya rasa yang spesial. Ini adalah penampilan perdananya di ajang SEA Games. Soal bonus Rp1 miliar yang dijanjikan Presiden Prabowo, Arya punya rencana sederhana. “Mau ditabung rencana,” katanya singkat.

Di sisi lain, emas dari nomor poomsae beregu putra punya cerita yang berbeda. Ini adalah sebuah penantian panjang. Indonesia terakhir kali meraih emas di nomor ini pada tahun 2011, atau sudah 14 tahun yang lalu. Tim yang terdiri dari Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Rizal, dan Muhammad Hafizh Fachrul Rhazy ini akhirnya memutuskan rantai kekeringan medali emas.

Kuncinya apa? Ternyata sederhana. “Udah all out ajalah. Kita enggak mikir medali emas, kita enggak mikir bonus, enggak mikir apa,” ujar Alfi dengan polos. Mereka tampil lepas, tanpa beban. Hasilnya? Di luar dugaan. “Alhamdulillah, tidak menyangka juga kami bisa dapet medali emas. Karena dalam sejarahnya Poomsae itu dapet medali emas lama sekali. Terakhir 2011,” kenangnya.

Pencapaian ini juga diamini oleh pihak federasi. Irwan Nugraha Kurnia, Wakil Sekretaris Jenderal I PBTI, menyatakan target dari Kemenpora telah tercapai. “Taekwondo kebetulan dapet dua emas, dua perak, dan enam perunggu,” paparnya. Fokus kini beralih ke persiapan untuk agenda besar berikutnya, seperti Asian Games.

Untuk catatan, dua medali perak disumbangkan oleh Muhammad Raihan Fadhila (kelas 74-80 kg putra) dan Aziz Hidayat Tumakaka (kelas -54 kg putra). Sementara, enam perunggu datang dari Winda Dwi Putri, Osanando Naufal Khairudin, Ni Kadek Heni Prikasih, dan tiga atlet lainnya di hari terakhir kejuaraan.

Kedatangan tim taekwondo ini menandai gelombang kepulangan atlet Indonesia dari SEA Games 2025. Selain mereka, atlet dari cabang seperti bulu tangkis, sepeda, hingga akuatik juga mulai tiba di tanah air. Perjuangan di Bangkok usai sudah, kini saatnya beristirahat sejenak sebelum kembali berlatih untuk tantangan yang lebih tinggi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar