Kuncinya apa? Ternyata sederhana. “Udah all out ajalah. Kita enggak mikir medali emas, kita enggak mikir bonus, enggak mikir apa,” ujar Alfi dengan polos. Mereka tampil lepas, tanpa beban. Hasilnya? Di luar dugaan. “Alhamdulillah, tidak menyangka juga kami bisa dapet medali emas. Karena dalam sejarahnya Poomsae itu dapet medali emas lama sekali. Terakhir 2011,” kenangnya.
Pencapaian ini juga diamini oleh pihak federasi. Irwan Nugraha Kurnia, Wakil Sekretaris Jenderal I PBTI, menyatakan target dari Kemenpora telah tercapai. “Taekwondo kebetulan dapet dua emas, dua perak, dan enam perunggu,” paparnya. Fokus kini beralih ke persiapan untuk agenda besar berikutnya, seperti Asian Games.
Untuk catatan, dua medali perak disumbangkan oleh Muhammad Raihan Fadhila (kelas 74-80 kg putra) dan Aziz Hidayat Tumakaka (kelas -54 kg putra). Sementara, enam perunggu datang dari Winda Dwi Putri, Osanando Naufal Khairudin, Ni Kadek Heni Prikasih, dan tiga atlet lainnya di hari terakhir kejuaraan.
Kedatangan tim taekwondo ini menandai gelombang kepulangan atlet Indonesia dari SEA Games 2025. Selain mereka, atlet dari cabang seperti bulu tangkis, sepeda, hingga akuatik juga mulai tiba di tanah air. Perjuangan di Bangkok usai sudah, kini saatnya beristirahat sejenak sebelum kembali berlatih untuk tantangan yang lebih tinggi.
Artikel Terkait
Malik Risaldi dan Jejak Sananta yang Mulai Terlihat di Surabaya
Ragnar Oratmangoen: Pintu Transfer ke Persebaya Mulai Terbuka?
Duel Sengit Indonesia di Semifinal Thailand Masters, Tiga Tiket Final Sudah Di Kantong
Babak Play-Off Liga Champions: Jalan Berduri Menuju 16 Besar