Nama Usman Husin belakangan ramai diperbincangkan. Anggota DPR RI ini menyampaikan kritik pedas terhadap Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Bahkan, ia sampai menyebut sang menteri tak punya hati. "Gak paham soal hutan," begitu kira-kira sindirannya.
Lantas, siapa sebenarnya politisi yang berani bicara blak-blakan ini?
Usman Husin adalah putra asli Nusa Tenggara Timur, tepatnya lahir di Rote. Saat ini, ia duduk di kursi Komisi IV DPR RI yang membidangi urusan pertanian hingga kehutanan, mewakili Fraksi PKB. Daerah pemilihannya adalah NTT II, meliputi Sumba dan Timor.
Masa kecilnya dihabiskan di Rote. Pendidikan dasarnya di SDN 1 Baa, lalu ia merantau ke Kupang untuk melanjutkan sekolah teknik. Jejak pendidikannya cukup beragam. Selain mengambil Ilmu Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Kupang, Usman juga pernah belajar ilmu pelayaran dan bahkan sempat mengikuti pendidikan ahli nautika.
Sebelum masuk politik, dunia kerja Usman lebih banyak berkutat di sektor maritim dan bisnis. Ia pernah menjadi Kepala Syahbandar di Pelabuhan Baa Rote dan Labuan Bajo. Pengalaman sebagai direktur di beberapa perusahaan pelayaran juga sempat ia jalani. Tak hanya itu, ia aktif di organisasi, pernah menjadi Sekretaris Jenderal GAPENSI dan kini menjabat Wakil Ketua DPW PKB NTT sejak 2020.
Soal harta kekayaan, dalam LHKPN yang dilaporkan akhir 2024, total kekayaannya tercatat sekitar Rp14,2 miliar. Aset terbesarnya adalah tanah dan bangunan, yang tersebar di Kupang dan Tangerang dengan nilai gabungan lebih dari Rp8 miliar.
Kembali ke kritiknya yang menyita perhatian, semua berawal dari rapat Komisi IV dengan Menhut Raja Juli di Senayan, Kamis lalu. Usman dengan tegas menyoroti penanganan bencana banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Menurutnya, sang menteri dinilai kurang memiliki empati.
Di sisi lain, ia juga menyorot perilaku Raja Juli saat berkunjung ke NTT. Alih-alih fokus meninjau daerah rawan seperti Gunung Mutis di Pulau Timor, menteri justru memilih naik kapal pesiar ke Rote. Hal ini yang membuat Usman geram.
"Kalau saya lihat, Pak Menteri nggak punya hati nurani. Kenapa kayak gitu?" ujarnya.
"Saya ikuti perjalanan Pak Menteri waktu ke NTT. Saya minta Pak Menteri aja ke (Gunung) Mutis. (Di) Pulau (Timor) itu bakal terjadi (bencana) seperti Sumatra. Pak Menteri pilih (naik) pesiar ke Rote. Apa-apaan ini?"
Kritiknya tak berhenti di situ. Usman mengingatkan Raja Juli untuk tidak menyalahkan menteri sebelumnya. Bahkan, ia sampai menyampaikan permintaan yang cukup keras.
"Mohon izin teman-teman Komisi IV, mungkin saya keras karena saya paling hatinya kasih. Sehingga kalau Pak Menteri tidak mampu, mundur saja," tegas Usman.
Ia menambahkan, masalahnya adalah sang menteri dinilai tak paham betul soal kehutanan. Usman memberi contoh kasus izin di Tapanuli Selatan. Menurut penuturannya, bupati setempat sudah mengusulkan penutupan izin, tetapi izin justru keluar di akhir November. "Seolah-olahnya kita bisa diakal-akalin semua," imbuhnya.
Dengan latar belakangnya yang cukup panjang di birokrasi dan bisnis, komentar Usman Husin ini tentu bukan sekadar omongan kosong. Ia menyampaikannya dengan nada prihatin, meski terdengar keras. Sekarang, bola ada di pihak Menhut untuk menanggapi.
Artikel Terkait
Pengacara Nilai Permintaan Maaf Sarwendah Tak Tulus karena Tak Langsung Ditujukan ke Ruben Onsu
Aurel Hermansyah Ungkap Hari Terburuk Jadi Ibu Usai Putrinya Azura Jatuh dari Tangga dan Dirawat di RS
Surya Saputra Laporkan Akun Palsu di X yang Catut Namanya untuk Sebar Ujaran Kebencian, Ternyata Penggemar Arya Saloka
Aktor China Jin Ze Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun, Agensi Minta Publik Hormati Privasi Keluarga