Pemerintah kembali mengingatkan para pejabatnya. Lewat Mensesneg Prasetyo Hadi, dikeluarkanlah surat edaran yang mengimbau agar open house Lebaran 2026 nanti tak dilakukan secara berlebihan. Intinya, kemewahan dan pemborosan harus dihindari.
Nah, imbauan ini langsung dapat dukungan dari Partai Golkar. Menurut mereka, silaturahmi tetap bisa jalan meski acara silaturahmi itu dibuat sederhana.
Waketum Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, angkat bicara soal ini di kantor DPP partainya di Slipi, Jakarta Barat, Sabtu lalu.
"Imbauan pemerintah ini positif banget, apalagi kita lihat situasi geopolitik global yang dampaknya juga kita rasakan di dalam negeri,"
Begitu kata Ace pada para wartawan yang hadir.
Dia meyakini bahwa mengurangi kemewahan open house sama sekali tak akan memutus tali silaturahmi. Justru, momen seperti ini bisa jadi ajakan untuk hidup lebih efisien. Hemat, menurutnya, adalah langkah bijak untuk menghadapi situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
"Jadi tanpa mengurangi silaturahmi sesama anak bangsa, kita justru mendorong efisiensi dan penghematan. Kepentingan nasional harus kita kedepankan agar kita bisa menghadapi situasi ini dengan lebih baik,"
tambahnya menerangkan.
Di sisi lain, Ace juga menyelipkan pesan dari ketua umum partainya, Bahlil Lahadalia. Bahlil memilih menunaikan salat Idulfitri tahun ini di Fakfak, Papua Barat Daya.
Pilihan Bahlil ini, di mata Ace, punya makna tersendiri. Ia menilai hal itu menunjukkan bahwa esensi Lebaran dan kebersamaan itu bisa dirayakan di mana saja. Tak harus di ibu kota dengan acara yang megah, tapi justru di pelosok negeri dengan kesederhanaan yang hakiki.
Artikel Terkait
Menteri Agama Ajak Masyarakat Lawan Hoaks yang Ganggu Kerukunan Beragama
Gubernur Pramono Anung Terbitkan Aturan Baru, Wajibkan Warga Jakarta Pilah Sampah dari Rumah Disertai Sanksi
Persijap Jepara di Ambang Degradasi, Mario Lemos Desak Tim Bangkit Lawan Persita
Menkeu Purbaya Doakan Ekonomi Indonesia Makin Kuat saat Berangkat Haji 2026