Korlantas Catat Penurunan Kecelakaan dan Fatalitas di Awal Operasi Ketupat 2026

- Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30 WIB
Korlantas Catat Penurunan Kecelakaan dan Fatalitas di Awal Operasi Ketupat 2026

Di Command Center PJR Korlantas Polri, Cikarang, suasana terlihat cukup sibuk Selasa (17/3) malam. Di tengah arus informasi yang masuk, Irjen Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas, menyampaikan kabar yang cukup menggembirakan. Ternyata, angka kecelakaan selama beberapa hari awal Operasi Ketupat 2026 menunjukkan tren penurunan.

"Peristiwa kecelakaan, kami sampaikan bahwa sampai saat ini ada penurunan peristiwa kecelakaan 15,50%," jelas Agus.

Ia melanjutkan, "Jadi peristiwa kecelakaan, jadi fatalitas korban, itu ada penurunan 38,9%."

Artinya, bukan hanya jumlah kejadian yang berkurang, tapi korban jiwa juga turun signifikan, hampir 39 persen. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri di tengah hiruk-pikuk arus mudik.

Di sisi lain, Agus juga menegaskan bahwa situasi keamanan selama operasi berjalan relatif kondusif. Menurutnya, belum ada peristiwa yang benar-benar menonjol terkait Harkamtibmas hingga hari kelima penyelenggaraan. Padahal, volume kendaraan di jalan raya terus saja merangkak naik hingga petang hari, sehingga berbagai rekayasa lalu lintas pun terpaksa diterapkan.

"Jadi sampai malam ini, kami juga sampaikan Pak Menteri, bahwa Harkamtibmas selama operasi hingga 5 hari ini tidak ada peristiwa yang menonjol," ucapnya.

Lalu, sepadat apa sebenarnya jalanan menuju kampung halaman? Rivan A Purwantono, Dirut PT Jasa Marga, yang hadir dalam kesempatan sama, punya gambaran nyatanya. Hingga pukul 22.00 WIB malam itu, tercatat sudah 1,1 juta kendaraan yang berhasil keluar dari Jakarta.

"Arus kendaraan keluar dari Jakarta mencapai 1,1 juta, atau 1.100.000," jelas Rivan.

Ia menambahkan, "Sehingga memasuki angka 32% dari proyeksi, sudah mulai bertambah dari hari-hari sebelumnya."

Angka itu jelas bukan main-main. Untuk mengantisipasi lonjakan yang diprediksi akan terus terjadi, koordinasi ketat antara Jasa Marga, Korlantas Polri, dan Kementerian Perhubungan terus berjalan. Salah satu wujudnya adalah penerapan sistem satu arah sepenggal atau 'one way' yang sudah dijalankan sore harinya.

"Untuk itulah kemudian bersama Pak Menteri Perhubungan maupun Pak Kakorlantas, dijalankannya one way sepenggal tahap 1 ini," ujar Rivan.

Ia memproyeksikan, "Yang dari proyeksi yang kami perkirakan di malam ini juga akan meningkat sampai dengan 34% atau 1,2 (juta)."

Operasi Ketupat 2026 sendiri direncanakan bakal berlangsung selama dua pekan penuh, mulai 13 hingga 25 Maret mendatang. Dengan prediksi perjalanan mudik yang mencapai 143,9 juta, malam-malam seperti ini masih akan terus berulang. Tantangan terbesar mungkin masih menanti di depan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar