Latihan militer China di perairan dekat Taiwan, yang digelar beberapa hari lalu, tak hanya memamerkan kekuatan. Latihan itu juga memantik reaksi keras dari sejumlah negara. Menanggapi kritikan tersebut, Beijing justru balik menuding pihak-pihak yang mengkritik sebagai 'munafik'.
Menurut informasi, latihan yang digelar pada Senin dan Selasa (29-30 Desember) itu melibatkan skala yang cukup besar. China meluncurkan rudal, mengerahkan puluhan jet tempur, serta menggelar kapal perang dan kapal penjaga pantai di sekitar Taiwan. Suasana di perairan itu pun tentu saja mencekam.
Di sisi lain, militer Beijing punya penjelasan sendiri. Mereka menyatakan latihan ini adalah simulasi blokade terhadap pelabuhan utama Taiwan dan serangan terhadap target maritim. Tujuannya jelas: sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai ancaman separatis.
Namun begitu, langkah China ini langsung menuai kecaman. Jepang dan Australia termasuk yang bersuara lantang mengkritik.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Kios di Kalibata, Oknum Diduga Terlibat Tak Dikecualikan
GBK Ramai Pagi-Pagi, Warga Serbu Lintasan Lari di Awal 2026
Prabowo Awali 2025 di Tengah Lumpur dan Harapan Korban Banjir Bandang
Prabowo Tegaskan: Izin Perusahaan Perusak Lingkungan Akan Dicabut