Sebanyak 129,4 ton santan kelapa beku berhasil dikirim ke China. Produk yang berasal dari Pulau Bintan, Kepulauan Riau itu, diangkut menggunakan sepuluh kontainer berpendingin. Pelepasannya difasilitasi oleh Balai Karantina setempat melalui Satuan Pelayanan Tanjung Uban.
Menurut sejumlah saksi, prosesnya berjalan mulus. Kepala Karantina Kepri, Hasim, memastikan semua persyaratan dari negara tujuan telah terpenuhi. "Kami tak hanya memeriksa, tapi juga mengeluarkan sertifikat kesehatan sebagai jaminan," katanya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa fasilitasi ini mencakup pemeriksaan administrasi dan fisik. Semuanya merujuk pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Nah, selain santan beku, ada juga satu kontainer konsentrat air kelapa yang ikut dikirim. Volumenya sekitar 10,8 ton. Kalau dijumlah, nilai ekonomi kedua produk turunan kelapa ini mencapai Rp5,7 miliar. Angka yang cukup signifikan.
Hasim menekankan, pemeriksaan ketat dilakukan untuk memastikan barang yang dikirim sesuai dengan data daring yang dilaporkan eksportir. Tujuannya jelas: sertifikat harus akurat agar terhindar dari penolakan di pelabuhan tujuan. Itu risiko yang mau dihindari semua pihak.
Kalau melihat catatan sepanjang 2025, ini bukan kali pertama. Ekspor santan beku dari Bintan sudah dilakukan 21 kali. Total volumenya fantastis, mencapai 1.460 ton dengan nilai Rp365,2 miliar. Dan pasar tunggalnya selama ini ya China.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: IHSG Bisa Tembus 10.000 Bahkan Lebih di 2026
Era Warren Buffett Berakhir, Greg Abel Resmi Pimpin Berkshire
Harga BBM Turun Serentak di Awal 2026, Pertamax hingga Shell Ikut Anjlok
OJK Usut Transaksi DSI, BI Hentikan JIBOR Awal 2026