Tarra Budiman Galang Bantuan untuk Korban Banjir, Terganjal Masalah Logistik

- Minggu, 07 Desember 2025 | 12:15 WIB
Tarra Budiman Galang Bantuan untuk Korban Banjir, Terganjal Masalah Logistik

Hampir setiap malam, Tarra Budiman menatap layar ponselnya dengan perasaan sesak. Kabar duka dari Aceh dan Sumatera yang dilanda banjir terus berdatangan, mengiris hatinya. Ia tak sanggup hanya diam.

"Setiap malam, yang kita lihat di layar handphone cuma kesedihan," ungkapnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu lalu. "Rasanya bukan cuma saya, seluruh warga Indonesia pasti turut merasakan."

Dorongan untuk bertindak pun muncul. Tarra lantas bergerak cepat, menggandeng WWF dan beberapa pemilik clothing line lokal untuk menggalang bantuan. Namun, upaya mulia ini ternyata tak semudah yang dibayangkan.

Kendala utama ada di pengiriman logistik. Mengangkut air mineral dari Jakarta ke Sumatera Utara, misalnya, terbentur keterbatasan armada kargo. Tarra pun berharap ada perusahaan logistik yang mau turun tangan.

"Makanya saya lagi coba cari cara buat kirim air mineral dari sini ke Sumut," bebernya. "Buat teman-teman yang nonton, kalau punya usaha logistik dan bersedia, bisa hubungi DM saya aja."

Informasi dari lapangan, menurut penuturan seorang dokter relawan dari Medan yang sedang bertugas di Aceh Tamiang, memperjelas situasi. Kebutuhan mendesak saat ini jauh lebih kompleks.

"Yang dibutuhkan tuh sebenarnya obat, tenaga medis, pakaian bersih, sama air mineral bersih. Itu penting banget," jelas Tarra, menyampaikan hasil pembicaraannya dengan sang dokter.

Sebagai seorang ayah, ia merasa sangat terpukul. Pikirannya melayang pada keluarga-keluarga yang harus bertahan di tengah genangan, tanpa akses air layak konsumsi.

"Jujur, saya punya anak, punya keluarga. Kita di bawah langit yang sama, tapi keadaannya berbeda," tuturnya, lirih.

Bayangan warga yang terpaksa memakai air banjir untuk masak dan minum sama sekali tak tertahankan baginya. "Kak, jangankan masak, minum pakai air banjir aja, atau air hujan, buat saya itu miris banget," sambungnya.

Di sisi lain, ia menyadari penutup tahun ini terasa suram bagi banyak orang. Meski begitu, harapan tetap ada. Ia mengajak siapa pun untuk turut membantu, sesuai kemampuan masing-masing.

"Cuma ya, kita cuma bisa berdoa dan membantu sih. Itu aja," pungkasnya dengan nada haru.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar