Perum BULOG Dorong Generasi Muda di Sektor Pangan di Nusantara Food Summit 2025
Perum BULOG berpartisipasi aktif dalam Nusantara Food Summit 2025 yang diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang. Acara bertema Food Security 2.0 ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, komunitas pangan, dan generasi muda untuk membangun sistem pangan nasional yang berkelanjutan.
Roadmap Pangan Indonesia 2025-2045
Diskusi dalam summit ini menyoroti peta jalan pangan Indonesia menuju 2025–2026 yang selaras dengan agenda prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo. Arah jangka panjang Pangan Indonesia 2045 menekankan pada ketahanan pangan, diversifikasi, dan industrialisasi pangan lokal.
Keberhasilan Produksi Pangan Nasional 2025
Direktur Bisnis Perum BULOG, Febby Novita, mengungkapkan perkembangan positif situasi pangan nasional. "Alhamdulillah, di tahun 2025 ini Indonesia tidak melakukan impor beras. Ini merupakan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan dalam negeri," jelasnya.
Peran Ganda BULOG dalam Stabilisasi Pangan
BULOG menjalankan peran ganda dalam sistem pangan nasional: menyerap gabah/beras petani di hulu dan menstabilkan harga pangan di hilir. "Ketika harga pangan naik di suatu daerah, BULOG harus turun untuk melakukan operasi stabilisasi," tegas Febby.
Peluang Bisnis Pangan untuk Generasi Muda
Febby memaparkan peluang bisnis yang terbuka luas bagi generasi muda di sektor pangan melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) yang telah memiliki lebih dari 27.000 jaringan di seluruh Indonesia.
"Generasi Z bisa ikut mendistribusikan beras SPHP, minyak, gula, dan komoditas lainnya hanya bermodal Rp2,5 juta sampai Rp5 juta. Tidak perlu punya toko, cukup dari rumah dengan dukungan platform digital," jelasnya.
Kemitraan Hulu hingga Hilir dan Pengembangan Gudang
BULOG membuka ruang kemitraan dari hulu hingga hilir, termasuk kerja sama on-farm dengan petani dan gapoktan, serta pengembangan gudang komoditas. "Kapasitas gudang kami saat ini mencapai 3,8 juta ton, namun kebutuhan terus bertambah. Generasi muda yang punya lahan bisa membangun gudang komoditas dan bekerja sama dengan BULOG," ungkap Febby.
Pentingnya Cadangan Pangan Pemerintah
Dalam kondisi surplus beras nasional 2025 dengan produksi setara 34 juta ton dan konsumsi 31 juta ton, Febby menegaskan pentingnya cadangan pangan pemerintah. "Pemerintah tidak boleh mengambil risiko. Ketersediaan beras harus tetap terjamin di seluruh wilayah, termasuk di daerah-daerah sulit akses," katanya.
Ekspansi ke Sektor Komersial yang Dinamis
BULOG tidak hanya fokus pada penugasan beras, tetapi juga membuka ruang pada sektor komersial yang lebih dinamis. "Kami bisa berkolaborasi dalam pemasaran ayam, telur, daging, cabai, dan komoditas pangan lainnya. Ini momentum bagi generasi muda – dari petani menjadi founder, dari lokal menjadi nasional," tutup Febby.
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil