Perkebunan Teh Kayu Aro di Jambi, yang terletak di ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu perkebunan teh tertinggi di dunia. Suasana perkebunan dihidupkan oleh suara mesin pemetik teh dan aktivitas puluhan pekerja yang memanen pucuk daun teh terbaik selama enam hari dalam seminggu.
Perkebunan teh tertinggi di Indonesia ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Region 4. Perusahaan ini berkomitmen untuk menjaga kualitas teh hitam Kayu Aro dari proses panen hingga pengolahan di pabrik. Menurut Manajer Unit Usaha Kayu Aro, Delvi, cara dan waktu panen serta durasi pengolahan sangat mempengaruhi kualitas akhir produk teh.
Meskipun pabrik teh Kayu Aro telah beroperasi sejak tahun 1925 dan menggunakan mesin, proses penyeleksian mutu, aroma, dan rasa tetap dilakukan secara manual. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan nilai dan kualitas teh yang dihasilkan. "Ini tanaman berharga kami. Setiap tingkatan mutu harus melewati uji rasa dan aroma. Dan itu masih dilakukan secara manual," tegas Delvi.
Petugas pengambilan sampel pabrik teh Kayu Aro, Elsa Lingga Pradesa, menjelaskan bahwa terdapat lima petugas khusus yang bertanggung jawab untuk uji laboratorium. Mereka memastikan mutu teh peninggalan masa Kolonial ini tetap terjaga. Selama proses pengolahan, daun teh mengalami perubahan rasa dan warna karena perbedaan suhu saat fermentasi. Uji laboratorium diperlukan untuk memisahkan rasa masing-masing daun.
Artikel Terkait
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
BREN Pacu Kapasitas Panas Bumi, Targetkan Lampaui 1 GW pada 2026
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis