Astra International Lakukan Rotasi Strategis di Jajaran Pimpinan
Rabu, 19 November 2025
POIN PENTING: Astra International (ASII) melakukan perubahan struktural signifikan dengan penggantian tiga posisi kunci di jajaran komisaris dan direksi melalui RUPSLB.
PT Astra International Tbk (ASII) mengukuhkan transformasi struktur kepemimpinannya melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini. Perubahan ini menandai babak baru dalam tata kelola perusahaan dengan masuknya wajah-wajah baru di posisi strategis.
Transisi Kepemimpinan
Perusahaan menerima pengunduran diri tiga petingginya: John Raymond Witt dan Hsu Hai Yeh dari posisi Komisaris, serta Chiew Sin Cheok dari jabatan Direktur. Proses transisi ini telah diajukan sejak 13 Oktober 2025 dan resmi berlaku setelah penutupan RUPSLB.
Sebagai pengganti, Lincoln Lin Feng Pan dan Lee Liang Whye ditunjuk sebagai anggota Komisaris baru. Sementara Hsu Hai Yeh, yang sebelumnya mengundurkan diri dari Komisaris, justru ditetapkan kembali untuk mengisi posisi Direktur.
"Terima kasih kepada John Raymond Witt dan Chiew Sin Cheok, yang kini telah memasuki masa pensiun, atas kontribusi, dedikasi, dan jasanya yang telah diberikan," ujar Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro.
Komposisi Baru Dewan Pimpinan
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Prijono Sugiarto
- Komisaris Independen: Sri Indrastuti Hadiputranto
- Komisaris Independen: Apinont Suchewaboripont
- Komisaris Independen: Muliaman Darmansyah Hadad
- Komisaris: Anthony John Liddell Nightingale
- Komisaris: Benjamin William Keswick
- Komisaris: Stephen Patrick Gore
- Komisaris: Benjamin Herrenden Birks
- Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
- Komisaris: Lee Liang Whye
Dewan Direksi
- Presiden Direktur: Djony Bunarto Tjondro
- Wakil Presiden Direktur: Rudy
- Direktur: Gidion Hasan
- Direktur: Henry Tanoto
- Direktur: Santosa
- Direktur: Gita Tiffani Boer
- Direktur: FXL Kesuma
- Direktur: Hamdani Dzulkarnaen Salim
- Direktur: Thomas Junaidi Alim W
- Direktur: Hsu Hai Yeh
Restrukturisasi ini diharapkan dapat membawa perspektif segar dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, sekaligus menjaga kontinuitas bisnis Astra International di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar