Menanggapi isu impor ilegal, AGTI mendorong penanganan segera untuk meredam persepsi negatif terhadap kemampuan bersaing sektor garmen dan tekstil nasional. Banyak perusahaan garmen Indonesia telah menjadi mitra utama merek global ternama dan memenuhi standar ketat internasional.
Dukungan kebijakan fiskal dan industri yang tepat diharapkan dapat menguatkan posisi industri TPT Indonesia sebagai motor green growth yang mendorong ekspor berkelanjutan serta memperkuat rantai pasok lokal dan global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengonfirmasi kebangkitan ini dengan menyatakan bahwa industri TPT tumbuh 5,39% pada periode triwulan IV 2024 hingga triwulan II 2025, berkontribusi 0,98% terhadap PDB nasional. Transformasi ini menandai babak baru bagi masa depan industri tekstil Indonesia yang berkelanjutan, inovatif, dan inklusif.
Artikel Terkait
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026
Pendapatan Paradise Indonesia Melonjak 32,9% Didorong Proyek Ikonik
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global