Pefindo Turunkan Peringkat Adhi Commuter Properti dan Obligasinya Imbas Penundaan Kupon

- Minggu, 26 April 2026 | 14:00 WIB
Pefindo Turunkan Peringkat Adhi Commuter Properti dan Obligasinya Imbas Penundaan Kupon

IDXChannel – Pefindo, lembaga pemeringkat, baru saja memangkas rating PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Bukan cuma perusahaannya, obligasi II yang masih beredar pun ikut kena dampak. Peringkatnya turun dari idBBB- menjadi idBBB. “Prospek untuk peringkat perusahaan kami pertahankan di negatif,” tulis Pefindo di laman resmi mereka, Selasa (21/4/2026). Penurunan ini, menurut penjelasan Pefindo, merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). Dalam rapat itu, disetujui bahwa ADCP boleh menunda pembayaran kupon Obligasi II. Kupon yang dimaksud jatuh tempo pada Mei 2026, Agustus 2026, November 2026, Februari 2027, dan Mei 2027. ADCP punya rencana untuk melunasi semua kupon yang tertunda itu bersamaan dengan pelunasan pokok obligasi di bulan Mei 2027. Nah, penundaan ini, menurut Pefindo, jadi cerminan kalau profil bisnis ADCP lagi melemah. Cukup signifikan. Apalagi di tengah sentimen negatif yang berkepanjangan di sektor properti. Akibatnya, profil keuangan perusahaan ikut memburuk. “Kami menilai ADCP punya posisi likuiditas dan fleksibilitas pendanaan yang terbatas. Mereka tidak bisa memenuhi kewajiban keuangan secara penuh dan tepat waktu,” ujar Pefindo. Di sisi lain, ada kabar baik. Pefindo tetap mempertahankan peringkat idAAA(cg) untuk Obligasi III yang masih beredar. Obligasi ini dijamin penuh oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), yang ratingnya idAAA/Stabil. Peringkat itu, menurut Pefindo, mencerminkan pasar captive ADCP dari pengguna jasa Light Rail Transit (LRT) dan kualitas aset yang cukup baik. Namun begitu, peringkat ini juga dibatasi oleh beberapa hal. Misalnya, struktur permodalan yang agresif, likuiditas yang ketat, pendapatan berulang yang terbatas, dan kerentanan terhadap perubahan kondisi makroekonomi. Kalau perusahaan tidak bisa mengatasi kinerja operasional yang lemah dan tantangan likuiditas dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin peringkatnya bakal turun lagi. “Tapi, kami bisa meninjau ulang peringkat dan prospek kalau ADCP mampu menyelesaikan masalah terkait kewajiban keuangan yang jatuh tempo,” tulis Pefindo. Untuk Obligasi III, peringkatnya mencerminkan jaminan penuh dari CGIF. Jaminan ini tanpa syarat dan tidak bisa ditarik kembali, berdasarkan perjanjian penjaminan dan kekuatan finansial CGIF yang superior. Peringkat obligasi ini bisa turun kalau peringkat penjaminnya turun, atau kalau ada pelanggaran perjanjian yang bikin penjaminan berakhir. Sebagai informasi tambahan, ADCP adalah pengembang properti yang fokus pada konsep transit-oriented development (TOD). Mereka menjual apartemen, gedung perkantoran, dan rumah tapak. Pendapatan berulang mereka berasal dari hotel-hotel bermerek GranDhika di Jakarta, Semarang, dan Medan. Per 31 Desember 2025, komposisi pemegang saham ADCP adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sebesar 90 persen, dan publik 10 persen. (DESI ANGRIANI)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar