Saham Zatta Jaya Melonjak 19% di Tengah Sorotan Kasus dan Notasi L

- Rabu, 15 April 2026 | 12:00 WIB
Saham Zatta Jaya Melonjak 19% di Tengah Sorotan Kasus dan Notasi L

Pergerakannya benar-benar liar. Saham Zatta Jaya Tbk (ZATA) tiba-tiba melonjak hampir 19 persen ke level Rp113 dalam beberapa hari terakhir. Padahal, emiten ini sedang berada di bawah bayang-bayang sorotan kasus pasar modal yang melibatkan dua perusahaan saudaranya.

Di balik kenaikan empat hari berturut-turut itu, ada fakta yang tak bisa diabaikan: ZATA saat ini menyandang notasi 'L' dari Bursa Efek Indonesia. Penyebabnya, perusahaan terlambat melaporkan kinerja keuangannya untuk kuartal III-2025.

Menariknya, pemilik manfaat utama ZATA adalah sosok yang sudah tak asing: Asep Sulaeman Sabanda, yang kerap dijuluki Sultan Subang. Melalui PT Lembur Sadaya Investama, dia menguasai 68,71 persen saham perusahaan.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Ternyata, baru-baru ini ZATA melakukan penjualan aset tetap. Mereka melepas tanah dan bangunan senilai Rp75 miliar kepada PT Karya Utamaputra Mandiri pada awal April 2026. Menurut manajemen, dana hasil transaksi ini akan dipakai untuk melunasi sebagian utang, sekaligus memperkuat modal perusahaan.

“Ini bagian dari strategi restrukturisasi keuangan kami,” begitu kira-kira penjelasan perusahaan dalam keterbukaan informasi 10 April lalu. Mereka berargumen, pelepasan aset non-inti itu perlu untuk mengoptimalkan struktur keuangan tanpa mengganggu operasional bisnis.

Namun begitu, ceritanya tak semulus itu. Dari kacamata akuntansi, transaksi ini justru berpotensi menimbulkan kerugian pelepasan aset yang fantastis, sekitar Rp78,49 miliar. Alhasil, posisi yang semula laba bisa berbalik jadi rugi bersih.

Yang lebih menggelitik, penilaian independen menyebut harga jual-beli aset tersebut 32,71 persen lebih murah dari nilai pasarnya yang mencapai Rp100,42 miliar. Artinya, transaksi ini dianggap tidak wajar dari segi harga.

Meski demikian, manajemen bersikukuh. Mereka menegaskan keputusan itu diambil demi kebaikan perusahaan, terutama untuk memperbaiki kondisi keuangan dan menyelesaikan kewajiban jangka panjang.

Dua Emiten Lain yang Tersandung

Nama Asep Sulaeman Sabanda memang kembali mencuat belakangan ini. Dia membawa tiga perusahaannya ke bursa saham pada periode 2021-2022, yaitu ZATA, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), dan PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE).

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar