Sebenarnya, keputusan menjual MPI ini sudah bisa ditebak. Sebelumnya, Avian Brands terpaksa menutup operasional MPI secara permanen. Penutupan efektif mulai 20 Desember 2025 lalu.
Alasannya klasik: perusahaan ini terus merugi dan prospeknya dianggap suram.
MPI sendiri bergerak di bidang yang spesifik, yaitu memproduksi cat pelindung dan cat kapal laut. Dulu, segmen ini dianggap menjanjikan. Avian Brands bahkan mengakuisisi MPI dari pengusaha Garibaldi Thohir pada 2022 silam untuk memperkuat cengkeraman di bisnis cat kapal. Saat itu, Thohir dan beberapa mitra tetap memegang saham minoritas.
Namun begitu, realita di lapangan berkata lain. Kinerjanya terus anjlok.
Kini, dengan telah dilepasnya MPI, Avian Brands memilih untuk fokus. Fokus pada bisnis inti yang dianggap lebih solid dan punya prospek pertumbuhan lebih baik.
Kata Hera, strategi ini penting untuk efisiensi dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Sebuah babak baru bagi Avian Brands, setelah satu babak usahanya di bidang cat kapal harus ditutup dengan penjualan ini.
Artikel Terkait
BEI Soroti Sembilan Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
IHSG Bangkit Usai Gencatan Senjata, Analis Ingatkan Risiko Masih Membayangi
Gencatan Senjata AS-Iran Pacu Bursa Asia Menguat, Investor Tetap Waspada
IHSG Menguat Hampir 1 Persen di Awal Perdagangan Jumat