Pendapatan SSIA Anjlok 30%, Rugi Bersih Rp89,4 Miliar di 2025

- Selasa, 07 April 2026 | 20:50 WIB
Pendapatan SSIA Anjlok 30%, Rugi Bersih Rp89,4 Miliar di 2025

Namun begitu, pertumbuhan konstruksi tak cukup kuat menahan tekanan di lini lain. Laba kotor SSIA secara keseluruhan merosot 48 persen ke level Rp916 miliar. Tekanan margin terjadi hampir di mana-mana. Hanya konstruksi yang laba kotornya naik tipis 2,9 persen. Sementara properti dan perhotelan masing-masing anjlok 61,2 persen dan 58,4 persen.

Kondisi yang sama terlihat pada EBITDA, yang merosot tajam dari Rp1,05 triliun menjadi Rp248 miliar. Kontribusi negatif dari segmen perhotelan yang mencatat rugi EBITDA Rp79,6 miliar jelas memberatkan.

Ujung-ujungnya, bottom line perusahaan berwarna merah. SSIA mencatat kerugian bersih Rp89,4 miliar sepanjang 2025. Padahal tahun sebelumnya mereka masih untung Rp234,2 miliar. Rinciannya: properti laba Rp93,9 miliar, konstruksi laba Rp175,9 miliar, tapi perhotelan rugi cukup dalam, Rp163,2 miliar.

Posisi kas dan setara kas pun ikut menyusut 12 persen menjadi Rp1,42 triliun. Dua hal yang menyedot kas: akuisisi lahan di kuartal akhir tahun dan tentu saja, pembayaran renovasi hotel di Bali tadi.

Di sisi lain, utang berbunganya justru membengkak 41 persen menjadi Rp2,19 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) kini berada di angka 27 persen.

Menatap tahun ini, manajemen tampaknya tak mau terlalu berharap tinggi. Mereka memperkirakan penjualan lahan kawasan industri akan kembali normal, tapi dengan pendekatan yang lebih konservatif.

"Kami mengedepankan pendekatan yang konservatif mengingat meningkatnya tensi geopolitik yang berpotensi menekan minat investasi global," pungkas mereka.

Jadi, tahun 2026 akan menjadi tahun penuh kehati-hatian bagi SSIA. Mereka harus berjalan di atas tali, menyeimbangkan harapan pemulihan dengan realitas ketidakpastian global yang makin tinggi.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar