Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengumumkan sebuah target yang ambisius. Pemulihan wilayahnya yang terdampak bencana, kata dia, harus rampung dalam tiga tahun ke depan. Anggarannya tak main-main: sekitar Rp28 triliun.
Pengumuman ini disampaikannya pada Senin lalu, tanggal 7 April. Dengan itu, fase tanggap darurat secara resmi berakhir. Mulai bulan April 2026 ini, Sumbar memasuki babak baru: rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang.
Kalau dipikir-pikir, tiga tahun itu waktu yang tidak lama. Apalagi mengingat skala kerusakan yang cukup parah di beberapa titik. Namun begitu, pemerintah daerah tampaknya berkomitmen penuh untuk mempercepat pemulihan. Mereka ingin kehidupan warga yang terdampak bisa kembali normal, bahkan lebih baik, secepat mungkin.
Narasi tentang "membangun kembali" ini tentu mengundang harapan. Tapi di sisi lain, realisasi di lapangan selalu punya tantangannya sendiri. Mulai dari cuaca, medan, hingga koordinasi teknis antar lembaga. Rp28 triliun adalah angka yang besar, dan bagaimana dana itu dialirkan serta digunakan akan menjadi sorotan utama dalam bulan-bulan mendatang.
Bagaimanapun, pengumuman ini menjadi penanda dimulainya sebuah pekerjaan besar. Semua mata kini tertuju pada eksekusi rencana tersebut.
Artikel Terkait
Iran Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Energi AS dan Sekutu, Ketegangan Memuncak
Mentan: B50 Tak Turunkan Ekspor CPO, Malah Naik 6 Juta Ton dan Hemat Devisa Impor
Tradisi Adat Warnai Perayaan Paskah di Kampung Lewolaga, Flores Timur
Trump Ancam Akhiri Peradaban, Iran Klaim Siap Hadapi Segala Kemungkinan