PT Merdeka Copper Gold (MDKA) melihat masa depan yang lebih berkilau. Menurut perusahaan, kontribusi segmen emas diproyeksikan melonjak signifikan pada 2026, baik untuk produksi maupun arus kas grup. Optimisme ini bukan tanpa alasan.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, menyebut kemajuan pengembangan tambang emas baru yang mulai beroperasi sebagai pemicunya. "Dengan kemajuan signifikan di seluruh proyek kami dan kontribusi yang semakin kuat dari entitas anak usaha, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujarnya dalam sebuah keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).
Faktanya, Tambang Emas Pani sudah mencatat momen bersejarah: produksi perdana emas terjadi pada 14 Februari 2026. Tak lama setelahnya, penjualan pertama ke Aneka Tambang (ANTM) pun terealisasi pada 16 Maret. Targetnya cukup ambisius. Untuk Pani, MDKA membidik produksi antara 100.000 hingga 115.000 ounces emas.
Di sisi lain, dari tambang andalan lainnya, Tambang Emas Tujuh Bukit, produksi berkelanjutan diproyeksikan berkisar 80.000-90.000 ounces. Jika semua berjalan sesuai rencana, gabungan kontribusi kedua tambang ini bakal mengubah peta pendapatan perusahaan.
Namun begitu, lini bisnis lain tak boleh dilupakan. Di segmen nikel, pengembangan proyek hilirisasi terus digenjot. Proyek Acid Iron Metal (AIM) yang dioperasikan afiliasi disebut sudah on the track menuju kapasitas penuh.
Artikel Terkait
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan
BNI Lepas 99,9% Saham BNI Asset Management ke Danantara Rp359,64 Miliar