Melihat lebih detail, beban pokok pendapatan memang menciut ke angka Rp11,96 triliun. Biaya keuangan juga turun, berada di posisi Rp172,53 miliar. Sayangnya, bagian atas laba bersih dari entitas asosiasi ikut tergerus, hanya mencapai Rp36,95 miliar.
Di sisi lain, kondisi neraca perusahaan relatif stabil. Hingga akhir Desember 2025, total aset INTP naik tipis menjadi Rp31,72 triliun. Jumlah liabilitasnya tercatat Rp8,52 triliun, sementara ekuitas yang dimiliki perseroan berada di level Rp23,2 triliun.
Secara keseluruhan, laporan ini menggambarkan sebuah tahun di mana kinerja operasional menghadapi tekanan, tetapi langkah strategis korporasi berhasil menjaga pertumbuhan laba. Sebuah pencapaian yang patut dicatat, meski dengan catatan.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan