Harga Emas Anjlok 11,3%, Penurunan Terparah Sejak Krisis 2008

- Minggu, 05 April 2026 | 07:50 WIB
Harga Emas Anjlok 11,3%, Penurunan Terparah Sejak Krisis 2008

Di sisi lain, situasi geopolitik yang mencekam justru mengerek nilai dolar AS sebagai aset safe haven. Kombinasi dolar yang menguat dan imbal hasil obligasi yang menarik itu membuat kilau emas meredup. Logam kuning kehilangan daya tariknya di mata investor.

Faktor lain yang turut memberi tekanan adalah aksi jual dari sejumlah bank sentral. Meski tidak disebutkan secara rinci, langkah mereka ikut menambah beban di pasar.

Jadi, ringkasnya, penurunan harga emas ini adalah buah dari sebuah badai sempurna: risiko geopolitik, tekanan inflasi, perubahan kebijakan moneter, dan pergeseran arus modal ke dolar. Pasar kini menunggu dengan waspada, melihat bagaimana The Fed akan merespons situasi yang serba tidak pasti ini.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar