Tekanan luas akhirnya terlihat jelas di indeks. IHSG ditutup melemah 0,99 persen pada Kamis (2/4), berada di level 7.026,782. Posisi ini turun dari pekan sebelumnya yang masih bertengger di 7.097,057. Rasanya, sentimen campur aduk dan kehati-hatian investor masih mendominasi lantai bursa.
Yang menarik, aktivitas perdagangan menunjukkan pola unik. Nilai transaksi harian rata-rata anjlok cukup dalam, 36,69 persen, jadi cuma Rp14,77 triliun. Volumenya juga turun 8,62 persen. Tapi di tengah penurunan itu, frekuensi transaksi malah naik tipis, 3,08 persen, menjadi 1,78 juta kali per hari. Artinya apa? Transaksi kecil-kecilan mungkin lebih banyak, meski nilai totalnya menyusut.
Secara akumulasi, dalam sepekan volume perdagangan mencapai 103,47 miliar saham. Nilainya Rp59,08 triliun, dengan frekuensi 7,12 juta kali. Kapitalisasi pasar pun ikut tergerus, turun 1,69 persen menjadi Rp12.305 triliun.
Lalu, di mana peran pemain besar? Menurut catatan, tekanan jual bersih dari investor asing mencapai Rp2,95 triliun. Rinciannya, mereka membeli saham senilai Rp21,82 triliun, tapi menjual lebih banyak lagi, yakni Rp24,76 triliun. Aksi mereka jelas memberi warna pada pekan yang cukup bergejolak ini.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
ADRO Tingkatkan Anggaran Buyback Saham Jadi Rp 5 Triliun
WIKA Catat Kerugian Rp9,75 Triliun di 2025 Meski Raih Kontrak Baru Rp17,46 Triliun
OJK dan BEI Rampungkan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal
PTPP Lakukan Penyesuaian Akuntansi untuk Perkuat Fondasi Keuangan Jangka Panjang