Pasar Saham Bergejolak: Yanaprima (YPAS) Melonjak 119%, IHSG Melemah

- Jumat, 03 April 2026 | 11:00 WIB
Pasar Saham Bergejolak: Yanaprima (YPAS) Melonjak 119%, IHSG Melemah

Pasar saham kita lagi ramai banget dibicarakan. Dalam rentang waktu 30 Maret sampai 2 April kemarin, pergerakan harga di Bursa Efek Indonesia benar-benar menunjukkan drama. Volatilitasnya tinggi, dengan beberapa saham melesat tajam, sementara yang lain justru terjun bebas dalam hitungan hari.

Kalau lihat dari sisi yang terang, ada beberapa saham yang kinerjanya luar biasa. Yanaprima Hastapersada (YPAS) jadi bintangnya. Saham ini meroket hampir 119 persen, dari level 635 langsung melambung ke 1.390. Tak kalah heboh, Chemstar Indonesia (CHEM) juga naik 63,1 persen ke posisi 137. MNC Digital Entertainment (MSIN) ikut meramaikan pesta dengan kenaikan 60,58 persen menuju level 835.

Masih ada lagi. Alakasa Industrindo (ALKA) dan Asia Pramulia (ASPR) masing-masing menguat di atas 57 dan 44 persen. Saham-saham seperti VERN dan BLES pun mencatat kenaikan yang cukup signifikan, di atas 25 persen. Tampaknya, ada sentimen positif yang mendorong mereka meski pasar secara umum sedang berat.

Namun begitu, di sisi lain papan tulis, ceritanya jauh berbeda. Tekanan jual ternyata sangat kuat untuk beberapa emiten. Remala Abadi (DATA) jadi yang terpuruk, anjlok hampir 40 persen dari 3.630 ke 2.180. PP Presisi (PPRE) dan Trimitra Prawara Goldland (ATAP) juga ikut terimbas, masing-masing melemah lebih dari 30 persen.

Penurunan tajam ini sepertinya menular. Saham Wijaya Cahaya Timber (FWCT) turun 27,56 persen, Sat Nusapersada (PTSN) merosot 20,63 persen, dan LCK Global Kedaton (LCKM) terkoreksi 19 persen. Jadi, gambaran pasarnya memang terbelah: ada yang merayakan kenaikan fantastis, ada yang gigit jari melihat portofolionya memerah.

Secara angka, pergerakan ini memang beragam. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 335 di antaranya naik lebih dari 2 persen. Sementara itu, 203 saham justru turun dengan besaran yang sama. Sisanya? Bergeming atau hanya bergerak sangat terbatas.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar