Niat ekspansi ini tentu punya dasar yang kuat. Lihat saja kinerja keuangan mereka sepanjang 2025. Perusahaan mencatatkan pendapatan Rp3,83 triliun, naik 18% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,24 triliun.
Pertumbuhan itu tak datang tiba-tiba. Didorong oleh ekspansi ekosistem digital mereka, kinerja kuat dari sisi konten, hak kekayaan intelektual, langganan, dan tentu saja periklanan digital di berbagai platform. Singkatnya, mereka berhasil memonetisasi aset-aset digitalnya dengan cukup efektif.
Yang lebih menggembirakan, laba mereka justru melesat lebih kencang. Laba bersih MSIN di 2025 mencapai Rp985 miliar. Angka itu melonjak 140% dibandingkan tahun 2024. Margin laba bersihnya pun ikut naik, dari 13% menjadi 26%.
Begitu pula dengan EBITDA, yang tercatat Rp1,04 triliun. Ini berarti terjadi peningkatan 33% year-on-year. Margin EBITDA mereka pun menguat jadi 27%.
Dengan fondasi kinerja yang solid seperti ini, wajar jika MSIN merasa percaya diri untuk melangkah lebih jauh ke panggung dunia. Tinggal menunggu waktu bagaimana persiapan mereka berjalan menuju target 2026 itu.
Artikel Terkait
Lippo Karawaci Alokasikan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham hingga 4,6%
Saham KRYA Anjlok Lebih dari 60%, Didorong Aksi Jual Pengendali Baru
Analis Waspadai Koreksi IHSG Meski Sempat Melonjak 2%
Laba SUNI Turun 7% pada 2025, Tapi Masih Lampaui Target Revisi