Perdagangan saham kemarin memang ditutup dengan sentimen positif, IHSG melonjak hampir 2 persen ke level 7.184. Tapi, jangan terlalu cepat berharap. Analis justru melihat kondisi ini masih rapuh. Pada perdagangan Kamis, 2 April 2026 ini, indeks diperkirakan masih berisiko terkoreksi lagi, mungkin sampai ke kisaran 6.745 hingga 6.849.
Lho, kok bisa? Meski ada penguatan, volume pembelian yang muncul kemarin dianggap belum cukup kuat untuk mengubah tren. Jadi, koreksi masih mungkin terjadi.
Namun begitu, MNC Sekuritas dalam risetnya pagi ini juga punya skenario optimis. Mereka bilang, dalam kondisi terbaik, IHSG mungkin sudah menyelesaikan fase koreksinya dan siap melanjutkan rally.
"Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.450-7.675," tulis analis mereka.
Nah, untuk waspada, level support perlu dijaga di 7.022 dan 6.917. Sementara itu, resistance atau penghalang kenaikan berikutnya ada di 7.302 dan 7.434.
Lalu, saham apa yang pantas diawasi hari ini? MNC Sekuritas punya beberapa rekomendasi. Berikut cuplikannya.
ARCI melesat 9,09% ke Rp1.500 dengan volume bagus. Analis menduga saham ini baru di awal fase penguatan gelombang ketiga. Rekomendasinya Buy on Weakness di rentang Rp1.425-Rp1.480. Targetnya Rp1.625 dan Rp1.720, dengan batas aman stoploss di bawah Rp1.405.
BBYB juga naik 9,22% ke Rp308. Tapi pergerakannya masih terhalang MA20. Posisinya diduga sedang dalam gelombang koreksi sebelum lanjut naik. Bisa dibeli di area Rp294-Rp300. Target harga Rp316 dan Rp346, stoploss di bawah Rp282.
DEWA ini yang paling cuan kemarin, melonjak 15,83% ke Rp505 dan berhasil tembus MA20. Saham ini diperkirakan sedang dalam fase konsolidasi. Strateginya sama, Buy on Weakness di Rp468-Rp486. Target cukup tinggi, Rp545 dan Rp595. Stoploss-nya di bawah Rp448.
Terakhir ada INET. Kenaikannya 11,20% ke Rp278, meski masih tertahan MA20. Selama harga bisa bertahan di atas Rp250, saham ini dinilai sedang membentuk pola awal untuk naik. Beli di kisaran Rp262-Rp276. Target jauh ke Rp306 dan Rp350, dengan batas rugi ketat di bawah Rp250.
Jadi, pasar hari ini seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi ada potensi koreksi, di sisi lain peluang dari saham-saham pilihan itu masih terbuka. Tergantung timing dan keberanian kita saja.
Artikel Terkait
GMFI Targetkan Pendapatan 542,8 Juta Dolar AS di 2026, Ekspansi ke Sektor Pertahanan
Menkeu Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000 Meski Sempat Terjun Bebas ke Bawah 6.000
Saham Chandra Asri Anjlok Enam Hari Beruntun, Tertekan Rencana Keluar dari Indeks MSCI
Harga Tembaga Bergerak Terbatas di Tengah Ketidakpastian Perundingan Damai AS-Iran