Nelayan di Pacitan Tewas Diduga Terseret Ombak Saat Melaut

- Rabu, 01 April 2026 | 02:35 WIB
Nelayan di Pacitan Tewas Diduga Terseret Ombak Saat Melaut

PACITAN – Seorang nelayan ditemukan tewas di Pantai Pancer, Pacitan, Jawa Timur, Selasa lalu. Korban, Wadiyono (36), warga Baleharjo, sebelumnya dilaporkan hilang saat pergi mencari ikan sendirian.

Semuanya berawal dini hari. Wadiyono pamit dari rumah, membawa jala dan mengendarai motornya menuju pantai. Itu rutinitas biasa bagi pria 36 tahun itu. Tapi hari itu berbeda. Matahari sudah tinggi, siang menjelang, dan Wadiyono tak juga pulang. Keluarganya mulai cemas.

Mereka pun bergegas ke Pantai Pancer, lokasi dimana Wadiyono biasanya melaut. Yang mereka temukan cuma sepeda motor korban, masih terparkir di pinggir pantai. Sepi. Tak ada tanda-tanda sang pemilik. Situasi itu langsung bikin hati mereka ciut.

Laporan pun dibuat ke polisi dan BPBD Pacitan. Tak lama, tim SAR gabungan bersama warga setempat langsung bergerak. Mereka menyisir garis pantai, mengharapkan kabar baik.

Sayangnya, harapan pupus. Jasad Wadiyono akhirnya ditemukan. Sang ayah, Tusiran Sunarto, tampak hancur menyaksikan proses evakuasi putranya.

"Dia jatuh, kami duga saat mencabut jalanya yang nyangkut di karang," ujar seorang petugas di lokasi, menyampaikan dugaan sementara.

Arus saat itu disebut kuat, ombaknya tidak menentu. Diduga, kondisi itulah yang menyulitkan Wadiyono untuk berenang kembali ke daratan.

Setelah dievakuasi, jasadnya segera dibawa ke rumah duka di Kelurahan Baleharjo untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti keluarga dan tetangga korban.

Merespon musibah ini, BPBD Pacitan kembali mengingatkan para nelayan. Pesisir selatan Jawa dikenal dengan gelombangnya yang bisa berubah secara tiba-tiba. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem mutlak diperlukan. Nyawa taruhannya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar