DSSA dari Sinarmas turun 2,83%. DNET yang terafiliasi Grup Salim melemah. Bahkan saham-saham solid seperti AMMN, PANI, ASII, hingga BYAN milik Low Tuck Kwong tercatat di zona merah.
Menurut sejumlah analis, koreksi massal ini mempertegas tekanan yang sudah lama membayangi. Sentimen risk-off global sedang kuat-kuatnya. Eskalasi konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran baru: stagflasi. Imbasnya, dana asing pun kabur dari pasar Indonesia dan Asia.
Investor jelas perlu waspada. Pasar sedang tidak ramah.
Ingat, keputusan beli atau jual saham sepenuhnya ada di tangan Anda. Lakukan analisis mendalam sebelum bertindak.
Artikel Terkait
IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah
Fitch Naikkan Proyeksi Harga Tembaga dan Emas, Saham Tambang Diuntungkan
Pasar Saham Asia Terpukul Imbas Konflik Timur Tengah dan Ancaman Stagflasi
IHSG Anjlok 1,55% di Awal Perdagangan Pasca-Lebaran, Semua Sektor Terkapar Merah